Peristiwa tersebut memicu perhatian luas. Bukan hanya karena aksi main hakim sendiri yang berujung maut, tetapi juga karena duka mendalam yang terlihat jelas dari keluarga yang ditinggalkan.
Tangisan sang anak menjadi simbol kehilangan yang membuat banyak pengguna media sosial mengaku tak sanggup menonton video tersebut hingga selesai.
Informasi yang beredar menyebutkan, selain diduga dikeroyok hingga meninggal dunia, sepeda motor yang digunakan KD juga dilaporkan dibakar massa.
Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki secara menyeluruh kronologi kejadian serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Gelombang empati kemudian terus berdatangan dari berbagai kalangan.
Artis Aldi Taher menjadi salah satu tokoh publik yang tak mampu menyembunyikan kesedihannya setelah melihat video viral tersebut.
Dalam unggahan di media sosial, ia tampak menangis sambil mengajak masyarakat menghentikan budaya main hakim sendiri.
Menurut Aldi, Indonesia adalah negara hukum sehingga siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku, bukan dihakimi oleh massa.
Ia juga mendoakan agar anak-anak korban diberikan kekuatan menghadapi cobaan berat tersebut.
Perhatian serupa datang dari anggota DPD RI Arya Wedakarna.
Ia menyatakan siap menanggung biaya pendidikan anak-anak korban hingga menyelesaikan kuliah.
Arya mengaku telah berbicara langsung dengan salah satu anak korban melalui sambungan telepon dan berjanji akan mengunjungi keluarga tersebut.
Tak hanya itu, pengusaha John LBF juga menyampaikan niat membantu keluarga korban.



