Pastikan Anggaran MBG Tepat Sasaran
Sudaryono menekankan bahwa anggaran program MBG berasal dari rakyat sehingga harus dikembalikan manfaatnya kepada rakyat.
“Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat. Jadi ini adalah program dari rakyat untuk rakyat, tentu saja setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program,” katanya.
Ia menegaskan, program MBG tidak hanya sekadar menyediakan makanan, tetapi harus memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi bagi masyarakat sasaran.
“Jadi bukan hanya menyediakan makan tapi menyediakan gizi yang sesuai, yang baik untuk anak-anak kita, ibu-ibu yang hamil, ibu-ibu yang menyusui, dan juga para lansia,” ujarnya.
Selain aspek kesehatan, Sudaryono juga melihat MBG memiliki dampak terhadap sektor pertanian karena dapat menyerap hasil produksi petani melalui kebutuhan bahan pangan program tersebut.
Menurutnya, salah satu tantangan yang harus diperhatikan adalah distribusi bahan pangan, terutama untuk wilayah luar Pulau Jawa.
Ia mencontohkan program pemenuhan telur dan ayam yang sebelumnya dilakukan Kementerian Pertanian untuk mengatasi ketimpangan distribusi antara Pulau Jawa dan daerah lainnya.
“Karena memang secara distribusi di luar Jawa ini dipandang memang masih kurang dan over supply di Pulau Jawa,” jelasnya.
Peringatkan Calo dan Klaim Mengatasnamakan Dirinya
Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono juga memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang mencoba mencari keuntungan dengan mengatasnamakan dirinya maupun orang terdekatnya.
Ia meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan pihak yang menawarkan jasa dengan mengklaim memiliki hubungan pribadi dengannya.
“Saya ingin menyampaikan bahwa di sebagai saya sebagai kepala ini kalau nantinya ada orang misalnya menawarkan jasa barangkali dengan imbalan ngaku-ngaku orang saya, keluarga saya, sahabat saya, teman saya, alumni bersama saya, dan lain yang dirasa tidak sesuai, saya pastikan itu tidak benar,” katanya.


