“Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat. Jadi ini adalah program dari rakyat untuk rakyat, tentu saja setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program,” jelasnya.
Menurut Sudaryono, keberhasilan MBG bukan hanya diukur dari tersedianya makanan, tetapi juga dari kualitas gizi yang diberikan kepada masyarakat penerima manfaat.
“Jadi bukan hanya menyediakan makan tapi menyediakan gizi yang sesuai, yang baik untuk anak-anak kita, ibu-ibu yang hamil, ibu-ibu yang menyusui, dan juga para lansia,” tuturnya.
Ia meminta dukungan seluruh pihak agar program MBG dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Zero toleran untuk praktik-praktik korupsi dan hengki-pengki, dan copet-copetan sebagaimana barangkali ini yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Sudaryono.
Dengan kepemimpinan baru di BGN, Sudaryono berkomitmen memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik penyimpangan.


