Shyfa juga mengaku keluarganya difitnah melakukan tindakan yang tidak pernah dilakukan. Selain itu, ia menyebut keluarganya menerima ancaman, termasuk ancaman santet dan dugaan ancaman perusakan rumah. Terbukti dengan banyaknya serangan nyata berupa lemparan helm, botol, hingga penyiraman dengan benda-benda yang diduga kerang digunakan dalam praktik mistis.
“Dan sekarang keluarga saya difitnah katanya ibu dan kakak saya kalau bertemu dengan ibunya selalu meludahinya, yang jelas itu bohong dan tidak ada bukti, sampai keluarga saya diancam seperti disantet, dihancurkan rumahnya dan lain-lain,” tulis korban.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh dugaan tersebut masih merupakan keterangan sepihak dari pelapor. Belum ada tanggapan dari pihak yang disebut dalam laporan maupun keterangan resmi dari Polres Metro Depok mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.



