Setelah itu, lini pertahanan yang dikawal Pau Cubarsi dan kolega tampil solid hingga semifinal.
Ketangguhan lini belakang turut ditopang penampilan impresif penjaga gawang Unai Simon.
Kiper Athletic Bilbao itu berhasil mencatat lebih dari 519 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia 2026.
Catatan tersebut melampaui rekor legenda Italia Walter Zenga yang bertahan selama lebih dari tiga dekade.
Rekor Zenga sebelumnya tercipta pada Piala Dunia 1990 ketika ia tidak kebobolan selama 517 menit.
Selain kuat dalam bertahan, Spanyol juga tampil produktif di lini depan.
Kombinasi pemain muda dan senior membuat permainan La Roja tetap agresif sepanjang turnamen.
Nama-nama seperti Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Rodri, hingga Nico Williams menjadi motor serangan yang mampu menciptakan banyak peluang di setiap pertandingan.
Pelatih Luis de la Fuente dinilai berhasil membangun keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi.
Pendekatan permainan berbasis penguasaan bola tetap menjadi identitas Spanyol, tetapi kini dipadukan dengan transisi cepat yang lebih efektif.
Menariknya, skuad Spanyol di Piala Dunia 2026 tidak diperkuat satu pun pemain yang berkompetisi di Liga Italia Serie A.
Seluruh pemain berasal dari kompetisi domestik Spanyol maupun liga-liga top Eropa lainnya seperti Inggris, Jerman, dan Prancis.
Keberhasilan mencapai final sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi bukti bahwa regenerasi yang dilakukan Federasi Sepak Bola Spanyol berjalan sesuai rencana setelah era emas mereka satu dekade lalu.


