Harga BBM Kapal 30-200 GT Kini Cuma Rp15 Ribu, KKP Siapkan Aturan Ketat agar Tak Disalahgunakan

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM KKP menyiapkan aturan ketat usai harga BBM kapal perikanan 30-200 GT diturunkan menjadi Rp15 ribu per liter demi mencegah penyalahgunaan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal perikanan berukuran 30 hingga 200 Gross Ton (GT) ditetapkan menjadi Rp15.000 per liter.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional pelaku usaha penangkapan ikan sekaligus menjaga produktivitas sektor perikanan nasional di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, biaya bahan bakar selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam operasional kapal penangkap ikan.

Karena itu, penurunan harga BBM dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap efisiensi usaha dan meningkatkan daya saing hasil tangkapan nelayan Indonesia.

“Bagi kami di KKP, kebijakan harga ini merupakan langkah penting untuk membantu menekan biaya operasional usaha penangkapan ikan. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, nelayan dapat lebih produktif melaut, pasokan ikan bagi masyarakat dan industri dapat terjaga, serta daya saing perikanan Indonesia semakin kuat,” ujar Trenggono dalam keterangan resmi, Rabu (15/7).

- Advertisement -

Sebelumnya, harga BBM yang digunakan kapal perikanan berukuran 30 hingga 200 GT mencapai Rp21.300 per liter.

Dengan kebijakan baru tersebut, pelaku usaha memperoleh penurunan harga sebesar Rp6.300 per liter, yang diyakini mampu mengurangi beban biaya produksi secara signifikan.

Penurunan harga BBM itu merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang diputuskan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Bogor.

Pemerintah menilai sektor perikanan perlu mendapatkan dukungan agar tetap mampu menjaga pasokan ikan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha.

KKP menjelaskan bahwa dalam kegiatan penangkapan ikan, biaya BBM dapat mencapai lebih dari 50 persen dari total biaya operasional kapal. Kondisi tersebut membuat harga bahan bakar menjadi faktor yang sangat menentukan keberlanjutan usaha perikanan tangkap.

Dengan turunnya harga BBM, pemerintah berharap kapal-kapal perikanan dapat beroperasi lebih optimal, frekuensi melaut meningkat, dan hasil tangkapan nelayan ikut bertambah.

Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga industri pengolahan ikan hingga masyarakat sebagai konsumen melalui terjaganya pasokan hasil perikanan.

Meski memberikan harga khusus, pemerintah menegaskan penyaluran BBM akan diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan penyimpangan di lapangan.

KKP bersama kementerian dan lembaga terkait kini tengah menyusun regulasi yang mengatur mekanisme distribusi hingga pengawasannya.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan aturan tersebut disiapkan untuk memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh kapal yang berhak dan tidak disalahgunakan oleh pihak lain.

“Selanjutnya kami akan membuat aturan, mekanisme dan tata kelola penyaluran BBM ini bersama kementerian dan lembaga terkait agar tepat sasaran dan menghindari potensi penyimpangan dan penyalahgunaan di lapangan,” kata Latif.

Menurutnya, sistem pengawasan akan menjadi bagian penting dari implementasi kebijakan agar manfaat penurunan harga BBM dapat dirasakan secara maksimal oleh pelaku usaha perikanan, sekaligus menjaga akuntabilitas penyaluran.

Pemerintah juga memastikan kebijakan tersebut tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dukungan harga BBM Rp15.000 per liter akan dibiayai melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sehingga tidak mengganggu disiplin fiskal negara.

KKP optimistis kombinasi antara penurunan harga BBM dan pengawasan distribusi yang ketat akan memberikan dampak positif bagi sektor perikanan nasional.

Selain meningkatkan efisiensi operasional kapal, kebijakan ini juga diharapkan menjaga stabilitas produksi perikanan, memperkuat daya saing produk perikanan Indonesia di pasar domestik maupun ekspor, serta mendukung target pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya kelautan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU