JAKARTA, HOLOPIS.COM – Kritik Rifqinizamy yang menyebut ASN hanya “ngopi dan absen” memicu reaksi keras. Netizen ramai mengungkit kembali dugaan skandal ijazah yang pernah mencuat.
Pernyataan Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, yang menyebut masih banyak aparatur sipil negara (ASN) hanya “ngopi, absen, lalu pulang”, memicu gelombang reaksi di media sosial.
Alih-alih hanya membahas usulan reformasi birokrasi, publik justru ramai mengungkit kembali rekam jejak akademik politikus Partai NasDem tersebut.
Pernyataan Rifqinizamy disampaikan dalam rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Rini Widyantini.
Dalam rapat itu, ia mengkritik etos kerja sebagian ASN yang dinilai belum mengalami perubahan signifikan.
“Mentalitas sumber daya manusianya enggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi,” ujar Rifqinizamy.
Ia juga mengusulkan agar revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN memasukkan mekanisme Key Performance Indicator (KPI) sebagai dasar penilaian kinerja pegawai.
Menurutnya, ASN yang tidak mampu memenuhi target semestinya dapat diberhentikan melalui indikator yang jelas.
Usulan tersebut langsung menjadi sorotan publik.
Di berbagai platform media sosial, pernyataan Rifqinizamy menuai pro dan kontra.
Sebagian mendukung perlunya evaluasi kinerja ASN, namun tidak sedikit yang menilai kritik tersebut terlalu menyudutkan aparatur negara.
Di tengah polemik itu, warganet justru mengangkat kembali kasus lama yang pernah menyeret nama Rifqinizamy pada 2016.
Rekam jejak tersebut kembali beredar luas dan menjadi bahan perbincangan di media sosial.


