HOLOPIS.COM, JAKARTA – Iran mengumumkan kebijakan baru terkait lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz menyusul penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) dengan Amerika Serikat (AS) yang bertujuan mengakhiri konflik di kawasan.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (Supreme National Security Council atau SNSC) pada Kamis (18/6) menyatakan telah mengeluarkan instruksi untuk mempercepat penanganan permohonan kapal-kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz.
Pengumuman tersebut disampaikan beberapa jam setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump menandatangani MoU secara elektronik.
Dalam pernyataannya, SNSC menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan tersebut, seluruh kapal yang mengajukan izin melintas di Selat Hormuz tidak akan dikenakan biaya selama 60 hari ke depan. Seluruh biaya operasional terkait kebijakan tersebut akan ditanggung oleh pemerintah Iran.
SNSC menambahkan, kapal-kapal yang ingin melakukan transit wajib mengajukan permohonan kepada Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority atau PGSA).
“Mengingat situasi khusus dan beberapa risiko keselamatan di sepanjang rute pelayaran tersebut, serta untuk menjamin keamanan lalu lintas dan mencegah kecelakaan maritim, kapal-kapal diwajibkan melintasi jalur yang telah ditentukan dan pada waktu yang telah ditetapkan,” demikian pernyataan SNSC, dikutip Holopis.com, Jum’at (19/6).
Iran juga memastikan aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut akan kembali ditingkatkan secara bertahap seiring membaiknya situasi keamanan.
Lebih lanjut, SNSC mengatakan rincian teknis dan pengaturan operasional terkait lalu lintas kapal akan diumumkan kemudian melalui PGSA.
Sebelumnya, Iran, Amerika Serikat, dan Pakistan pada Senin (15/6) mengumumkan finalisasi MoU yang bertujuan mengakhiri konflik di berbagai front, termasuk di Lebanon. Kesepakatan tersebut kemudian diteken secara elektronik oleh Pezeshkian dan Trump pada Kamis (18/6).
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi rute utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar internasional. Karena itu, setiap perkembangan terkait keamanan dan akses di selat tersebut selalu menjadi perhatian dunia.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...