HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mencuci wajah secara rutin sering dianggap sebagai langkah utama untuk mencegah jerawat. Namun, tidak sedikit orang yang tetap mengalami jerawat meski merasa sudah rajin membersihkan wajah dan menggunakan skincare.
Kondisi tersebut bisa terjadi karena penyebab jerawat tidak hanya berasal dari kulit yang kotor. Sejumlah kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele ternyata juga dapat memicu munculnya jerawat atau membuat kondisinya semakin sulit membaik.
Jika jerawat terus muncul tanpa penyebab yang jelas, ada baiknya mulai mengevaluasi kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Berikut beberapa di antaranya.
1. Terlalu Sering Menyentuh Wajah
Tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling banyak bersentuhan dengan berbagai benda. Saat tangan yang belum bersih menyentuh wajah, kotoran, minyak, dan bakteri dapat berpindah ke kulit sehingga berpotensi menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat.
Karena itu, usahakan hanya menyentuh wajah ketika benar-benar diperlukan dan pastikan tangan sudah dicuci bersih.
2. Jarang Mengganti Sarung Bantal
Sarung bantal dapat menjadi tempat menumpuknya minyak, keringat, sel kulit mati, hingga sisa produk rambut. Jika tidak diganti secara rutin, kotoran tersebut dapat berpindah ke kulit wajah saat tidur dan meningkatkan risiko munculnya jerawat.
Idealnya, sarung bantal diganti setidaknya satu hingga dua kali dalam seminggu.
3. Membersihkan Makeup Kurang Maksimal
Sisa makeup yang masih menempel di wajah dapat menyumbat pori-pori jika tidak dibersihkan dengan baik. Bagi yang rutin menggunakan makeup atau sunscreen, lakukan pembersihan menyeluruh, misalnya dengan teknik double cleansing, agar kulit benar-benar bersih sebelum menggunakan skincare malam.
4. Menggunakan Produk yang Tidak Sesuai Jenis Kulit
Tidak semua produk skincare cocok untuk setiap orang. Menggunakan produk yang terlalu berat pada kulit berminyak atau mengandung bahan yang memicu iritasi dapat memperparah kondisi jerawat.
Jika setelah menggunakan produk tertentu jerawat justru semakin banyak atau kulit terasa perih, sebaiknya hentikan pemakaian dan evaluasi kembali kandungannya.
5. Kapan Harus ke Dokter Kulit?
Jerawat ringan umumnya dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, jika jerawat terasa nyeri, berukuran besar, meninggalkan bekas yang dalam, atau tidak kunjung membaik setelah beberapa minggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit.
Penanganan yang tepat sejak awal dapat membantu mencegah munculnya bekas jerawat sekaligus mengurangi risiko kondisi kulit menjadi lebih parah.
Menjaga kulit tetap bersih memang penting, tetapi kebiasaan sehari-hari juga berperan besar dalam kesehatan kulit. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, risiko munculnya jerawat dapat dikurangi sehingga kulit tetap sehat dan terawat.

