HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sedikitnya 188 orang dilaporkan tewas setelah dua gempa bumi berkekuatan besar mengguncang wilayah utara Venezuela pada Rabu (25/6) malam waktu setempat. Hingga Kamis (26/6), tim penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak hidup di bawah reruntuhan bangunan.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS), dua gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5. Kedua gempa terjadi hanya dalam selang waktu kurang dari satu menit.
Bangunan-bangunan di sejumlah wilayah mengalami retak, roboh, hingga miring akibat guncangan kuat tersebut. Gempa susulan yang cukup besar juga masih terus dirasakan hingga Kamis.
Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan jumlah korban tewas telah mencapai 188 orang, sementara sedikitnya 1.520 orang lainnya mengalami luka-luka.
Proses evakuasi berlangsung lambat. Sejumlah jenazah masih terlihat berada di bawah reruntuhan bangunan, sementara harapan untuk menyelamatkan korban yang masih hidup semakin menipis.
Di salah satu kota di negara bagian La Guaira, wilayah yang paling parah terdampak, warga hanya bisa mendengar teriakan seorang anak perempuan yang meminta tolong selama berjam-jam.
“Kami membutuhkan lebih banyak orang, personel militer, untuk datang membantu agar kami bisa mengeluarkannya,” kata seorang warga bernama Dani Rizo, dikutip Holopis.com, Jum’at (26/6).
Tak lama kemudian, warga setempat mengatakan anak perempuan tersebut meninggal dunia sebelum berhasil dievakuasi. Di lokasi lain di La Guaira, tiga orang dilaporkan masih terdengar meminta pertolongan dari bawah reruntuhan sebuah bangunan.
“Mereka masih hidup. Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan. Kami tidak punya peralatan. Kami tidak punya cara untuk membantu,” ujar warga lainnya, Antonio Bermudez.
Seorang dokter di Rumah Sakit Domingo Luciani, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan banyak anak dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans tanpa didampingi anggota keluarga setelah berhasil dievakuasi dari reruntuhan.
Menurutnya, sebagian anak masih mampu menyebutkan nama mereka, sementara yang lain hanya mengenakan gelang identitas di lengan.
Pantai utara Venezuela berada di pertemuan antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan. Meski demikian, negara tersebut terakhir kali mengalami gempa besar pada 1997 yang menewaskan 73 orang.
Sebagai informasi, sebelumnya gempa pada 1967 juga menelan 236 korban jiwa. Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 yang terjadi kali ini menjadi yang terkuat sejak gempa magnitudo 7,7 pada 29 Oktober 1900.
Getaran gempa turut dirasakan hingga Kolombia, memaksa warga di ibu kota Bogota mengevakuasi sejumlah bangunan sebagai langkah antisipasi. Guncangan juga dilaporkan terasa di beberapa kota di wilayah utara Brasil, menurut jaringan pemantau seismik negara tersebut.

