Jerry Massie Curigai Ada Agenda Politik di Balik Demo Mahasiswa Temui Gibran

1 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMDirektur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai kemunculan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam momentum penerimaan massa mahasiswa belakangan ini menimbulkan sejumlah pertanyaan politik yang perlu dicermati publik.

Menurut Jerry, terdapat kejanggalan ketika aksi-aksi mahasiswa yang mengkritik pemerintah justru berujung pada pertemuan dengan Gibran maupun lingkaran Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Sangat ketahuan para mahasiswa yang demo datang bertemu Gibran dan dia bagaikan pahlawan,” kata Jerry Massie kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Ia menyoroti rangkaian pertemuan yang dilakukan Pengurus Besar Ikatan Alumni (PB IKA) BEM Nusantara dengan Jokowi di Solo pada Senin 15 Juni 2026, yang kemudian dilanjutkan agenda bertemu Gibran beberapa hari setelahnya.

Bagi Jerry, rangkaian aktivitas tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan adanya agenda politik yang lebih besar di balik gerakan mahasiswa yang sedang berkembang saat ini.

“Saat dia berkeliling Indonesia demi Pilpres 2029, kali ini Gibran muncul saat menerima pendemo,” ujarnya.

- Advertisement -

Pengamat politik yang bermukim di Amerika Serikat itu bahkan menduga terdapat pihak-pihak tertentu yang menyediakan dukungan logistik bagi aksi-aksi mahasiswa tersebut.

“Saya duga demo ini dibiayai geng Solo kalau bukan anggaran George Soros. Tak mungkin jika demo dan tak ada logistik yang disiapkan,” katanya.

Meski demikian, Jerry tidak menyampaikan bukti maupun data yang mendukung dugaan tersebut.

Lebih jauh, ia menilai mahasiswa saat ini berpotensi dimanfaatkan sebagai instrumen propaganda politik oleh kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kepentingan kekuasaan.

“Memang mahasiswa jadi alat propaganda dan bagian demo,” ujarnya.

Jerry bahkan menduga terdapat skenario politik yang bertujuan melemahkan posisi Presiden Prabowo Subianto dengan cara membangun citra alternatif kepemimpinan melalui Gibran Rakabuming Raka.

Jerry Massie
Direktur eksekutif P3S, Jerry Massie.

“Saya kira ini sebuah konspirasi dan siasat yang sudah disetting dan tujuannya untuk menjatuhkan Prabowo biar Gibran naik jadi presiden,” katanya.

Karena itu, Jerry mempertanyakan urgensi pertemuan antara kelompok mahasiswa dengan Jokowi maupun Gibran di tengah situasi politik nasional saat ini.

“Pertanyaan saya kenapa setelah demo BEM Nusantara temui Jokowi dan Gibran? Apa urgensinya? Apa esensinya?” ujarnya.

Ia juga mengaku meyakini bahwa pembahasan mengenai aksi-aksi demonstrasi mahasiswa turut menjadi bagian dari agenda pertemuan tersebut, meskipun tidak dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Merujuk pernyataan PB IKA BEM Nusantara yang menyebut pertemuan dengan Jokowi dan Gibran sebagai bagian dari konsolidasi kebangsaan serta diskusi mengenai kepemimpinan generasi muda, Jerry menilai publik tetap berhak mempertanyakan substansi pembicaraan yang berlangsung.

“Saya yakin pembahasan ini juga soal demo,” katanya.

Atas dasar itu, Jerry meminta aparat negara, khususnya Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian Republik Indonesia, menelusuri sumber pendanaan berbagai aksi mahasiswa yang belakangan terjadi di sejumlah daerah.

“Saya minta BIN atau Polri harus ungkap siapa pendana demo ini. Jangan-jangan geng Solo ikut bermain,” pungkasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU