Wabah Kekeringan Masih Landa Wilayah Jabar dan Jateng

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kekeringan hingga saat ini masih melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Provinsi Jawa Barat hingga Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, fenomena kekeringan akibat ketiadaan hujan selama satu bulan terakhir melanda wilayah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

“Wilayah yang paling merasakan dampaknya adalah Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Akibatnya, sebanyak 296 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (16/6).

Abdul memastikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, telah mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak.

“Perlahan namun pasti, hingga saat ini, kebutuhan air bersih masyarakat terdampak telah mulai terpenuhi dan akan terus dilakukan hingga menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, selama bulan Juni dan masih berlangsung.

- Advertisement -

Wilayah yang terdampak kekeringan ini meliputi tiga desa yakni; Kendalsari, Tegalmulyo dan Tlogowatu di Kecamatan Kemalang.

“Sedikitnya 393 KK atau 1.445 jiwa kesulitan mendapat air bersih sebagai dampak kekeringan ini,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah berkoordinasi dengan pemerintah desa serta melakukan pendistribusian air bersih kepada warga terdampak.

Menyusul adanya rangkaian bencana yang berpotensi terjadi akibat faktor cuaca, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“Masyarakat di daerah rawan kekeringan diharapkan menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh akses air bersih agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Di sisi lain, masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir diminta tetap waspada terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu genangan maupun luapan sungai,” imbaunya.

“Di samping itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta BPBD setempat guna mengurangi risiko bencana,” tambahnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU