JAKARTA, Holopis.com – Jokowi memulai safari politik dengan kunjungan ke Lampung selama 3 hari, menemui warga, tokoh masyarakat, UMKM, dan sejumlah elemen daerah.
Agenda yang disebut sebagai “safari politik” Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mulai menjadi sorotan publik setelah dikabarkan akan segera dimulai pada akhir Juni 2026.
Provinsi Lampung disebut menjadi daerah pertama yang akan dikunjungi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Jokowi dijadwalkan melakukan kunjungan selama tiga hari, yakni pada 26 hingga 28 Juni 2026.
Selama berada di Lampung, ia direncanakan mengunjungi beberapa wilayah, mulai dari Kota Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Timur, hingga Pringsewu.
Kunjungan ini disebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga akan diisi dengan pertemuan langsung bersama berbagai elemen masyarakat di daerah.
Agenda tersebut meliputi dialog dengan tokoh masyarakat, pelaku UMKM, petani, kalangan pesantren, hingga kelompok anak muda.
Ketua Umum Relawan Brigade Rakyat Nusantara (BRN), Relly Reagen, mengatakan persiapan kegiatan tersebut telah dilakukan sejak awal dan kini hampir rampung.
Ia menyebut berbagai kebutuhan administratif hingga teknis sudah berada pada tahap akhir.
“Persiapan sudah matang, izin-izin lokasi sudah siap. Sudah 80 persen lah,” ujar Relly usai bertemu Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6).
Menurut Relly, kegiatan tersebut merupakan hasil inisiatif dan undangan dari sejumlah tokoh masyarakat di Lampung yang ingin bertemu langsung dengan Jokowi.
Ia menegaskan pihaknya hanya berperan dalam penyampaian dan koordinasi kegiatan.
Ia juga menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat Lampung terhadap rencana kunjungan ini cukup tinggi.
Banyak warga disebut masih merasa memiliki kedekatan emosional dengan program pembangunan yang dijalankan selama Jokowi menjabat sebagai presiden.
“Jadi undangan itu dari masyarakat ya, dari tokoh masyarakat. Kita hanya menyampaikan ke bapak,” tambahnya.
Selama tiga hari kunjungan, Jokowi disebut akan menyambangi berbagai kelompok masyarakat di beberapa titik lokasi.
Pertemuan tersebut mencakup diskusi dengan pelaku UMKM, petani, serta komunitas pemuda, yang diharapkan menjadi ruang dialog terbuka terkait kondisi sosial dan pembangunan di daerah.
Relly juga menyebut bahwa kehadiran Jokowi di Lampung bukan semata agenda formal, melainkan lebih kepada pertemuan langsung dengan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara tatap muka.
Isu mengenai “safari politik” ini kemudian menjadi perbincangan publik karena dinilai sebagai langkah awal aktivitas politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi yang merinci apakah kegiatan tersebut memiliki kaitan langsung dengan agenda politik tertentu atau hanya bersifat kunjungan sosial dan silaturahmi.
Meski demikian, agenda ini sudah menarik perhatian berbagai pihak, mengingat posisi Jokowi sebagai mantan kepala negara masih memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.
Dengan Lampung sebagai tujuan pertama, rangkaian kunjungan ini diperkirakan akan menjadi perhatian nasional, terutama terkait dinamika politik dan respons publik terhadap aktivitas Jokowi pasca masa jabatannya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...