HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, hujan lebat memicu peningkatan debit air sungai yang menyebabkan banjir di Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino.
“Sebanyak 176 unit rumah terendam banjir,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (13/6).
Abdul menyebut bahwa kondisi banjir telah surut sehari sesudahnya. Namun, hujan yang kembali terjadi pada malam hari menyebabkan kenaikan debit air sungai.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, sementara wilayah lainnya masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Abdul menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Masyarakat di wilayah rawan kekeringan diharapkan melakukan penghematan penggunaan air dan memanfaatkan sumber daya air secara bijak. Selain itu, warga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Apabila menemukan titik api di sekitar tempat tinggal, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan cepat.
Di wilayah rawan banjir, terutama di sekitar aliran sungai dan kawasan perbukitan, warga diharapkan terus memantau prakiraan cuaca. Saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi panjang, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman sesuai arahan petugas.
“BPBD dan pemerintah daerah diminta terus melakukan pemantauan kondisi tanggul dan aliran sungai, pemeliharaan saluran drainase, pemangkasan pohon rimbun, serta patroli di wilayah rawan kebakaran untuk mengurangi risiko bencana dan mempercepat respons saat keadaan darurat,” imbaunya.


