JAKARTA, Holopis.com – KPK melakukan OTT terhadap Bupati Muara Enim Edison dalam operasi dua hari, mulai penggeledahan hingga penangkapan di rumah dinas.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret Bupati Muara Enim Edison bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Operasi ini berlangsung dalam dua hari, mulai Minggu (7/6/2026) hingga Senin (8/6/2026).
Penindakan diawali pada Minggu (7/6/2026), ketika tim KPK lebih dulu mengamankan dua pejabat Pemkab Muara Enim.
Keduanya yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muara Enim yang kini menjabat Asisten II Setda Muara Enim berinisial RH, serta Sekretaris Disdikbud berinisial AN.
Memasuki hari kedua, Senin (8/6/2026), tim penyidik KPK bergerak lebih luas ke wilayah Muara Enim dengan membagi personel dalam dua kelompok untuk melakukan rangkaian penggeledahan dan penindakan di beberapa titik.
Sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, salah satu tim melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim.
Dari lokasi tersebut, penyidik turut membawa sejumlah dokumen dan barang yang diduga berkaitan dengan perkara.
Tak berselang lama, sekitar pukul 15.00 WIB, tim lainnya mengamankan Bupati Muara Enim Edison di rumah dinasnya.
Setelah ditangkap, Edison yang juga kader Partai NasDem tersebut langsung dibawa menuju Palembang sebelum diterbangkan ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh KPK.
Selanjutnya, sekitar pukul 15.54 WIB, tim KPK kembali menyisir kantor Bupati Muara Enim.
Di lokasi tersebut, penyidik melakukan penggeledahan lanjutan sekaligus menyegel ruang kerja Bupati dan ruang kerja Asisten II Setda Muara Enim.
Operasi tersebut membuat suasana di lingkungan Pemkab Muara Enim mendadak gaduh.
Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengaku terkejut dengan kehadiran penyidik KPK yang melakukan penyegelan di beberapa ruangan penting pemerintahan.
“Semua mendadak ramai, kami kaget karena tiba-tiba ada KPK datang,” ujar salah satu ASN Pemkab Muara Enim.
Hingga saat ini, KPK belum mengungkap secara detail konstruksi perkara maupun pihak lain yang mungkin terlibat.
Proses pemeriksaan terhadap para pihak yang diamankan masih terus berjalan di Jakarta.


