Dolar Rp18.000 Bikin Maia Estianty Gelisah, Sentil Sistem dan SDM Indonesia

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Menguatnya dolar AS hingga menembus lebih dari Rp18.000 membuat Maia Estianty gelisah. Ia pun menyoroti sistem dan kualitas SDM di Indonesia.

Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian banyak pihak.

Kondisi tersebut tidak hanya memicu kekhawatiran pelaku usaha dan masyarakat, tetapi juga mendapat sorotan dari musisi sekaligus pengusaha Maia Estianty.

Melalui unggahan di akun Threads pribadinya pada Jumat (5/6/2026), Maia Estianty mengungkapkan kegelisahannya terhadap dampak yang ditimbulkan akibat menguatnya mata uang dolar AS terhadap rupiah.

Screenshot 2026 06 05 21 17 39 21 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12 Copy 1080x1800

Menurutnya, pelemahan rupiah berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat di tengah berbagai kenaikan biaya yang terjadi.

- Advertisement -

“Dolar tembus Rp18.000, pajak-pajak naik, potongan admin marketplace naik. Doa aja deh,” tulis Maia dalam unggahannya.

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publik.

Banyak warganet yang mengaku merasakan kekhawatiran serupa terkait kondisi ekonomi nasional yang sedang menghadapi tekanan akibat penguatan mata uang AS.

Meski demikian, Maia mengajak masyarakat untuk tetap optimistis menghadapi situasi tersebut.

Ia berharap seluruh masyarakat Indonesia tetap diberikan kemudahan dalam mencari rezeki dan mampu melewati tantangan ekonomi yang ada.

“Ya Allah berikanlah kami rezeki yang banyak, sehingga kami tidak kekurangan apa pun. Amin-Amin untuk semuanya masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Selain menyoroti persoalan nilai tukar rupiah, Maia juga berbicara mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

Menurut mantan personel Duo Ratu tersebut, uang pada dasarnya bukanlah sumber permasalahan.

Persoalan justru muncul ketika ada manusia yang menyalahgunakan uang dengan cara yang tidak benar.

“Uang tidak pernah salah, yang salah adalah oknum manusia yang menyalahgunakan uangnya dengan cara tidak halal,” ujar Maia.

Dalam unggahan yang sama, Maia turut menyinggung persoalan korupsi yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Ia mempertanyakan apakah akar masalah tersebut berasal dari sistem yang diterapkan, kualitas sumber daya manusia (SDM), atau faktor lain yang perlu dibenahi secara menyeluruh.

“Jika di negara kita banyak terjadi korupsi, sistemnya kah, SDM-nya kah, atau apanya yang harus diubah? Ayo dong diubah,” tulisnya.

Maia menilai reformasi perlu dilakukan agar tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik.

Menurut dia, pembenahan tidak hanya menyangkut regulasi, tetapi juga kualitas SDM yang menjalankan sistem tersebut.

“Asli makin males nanti orang-orang pintar kerja di pemerintahan kalau akhirnya harus diborgol. Kayaknya sistem dan SDM-nya yang harus direformasi ya? Benar enggak? Menurut kalian bagaimana?” lanjut Maia.

Unggahan tersebut kemudian memancing berbagai tanggapan dari pengguna media sosial.

Sebagian warganet sepakat dengan pandangan Maia mengenai pentingnya pembenahan sistem dan peningkatan kualitas SDM untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.

Ada pula yang menilai bahwa persoalan korupsi memang tidak bisa hanya diselesaikan melalui penegakan hukum semata, melainkan membutuhkan perubahan yang lebih mendasar pada sistem serta budaya kerja di lingkungan pemerintahan.

Di sisi lain, sejumlah warganet lebih menyoroti kekhawatiran Maia terkait kondisi ekonomi.

Mereka mengaku mulai merasakan dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah, terutama terhadap kenaikan harga sejumlah kebutuhan dan biaya operasional usaha.

Sebagai seorang musisi sekaligus pengusaha, Maia dikenal cukup aktif memberikan pandangan mengenai berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Tidak jarang, ibu dari Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani tersebut menyampaikan pendapatnya melalui media sosial, termasuk mengenai persoalan ekonomi dan tata kelola pemerintahan.

Sorotan Maia terhadap kondisi ekonomi muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Menguatnya mata uang Negeri Paman Sam tersebut dinilai memberikan tekanan terhadap berbagai sektor, mulai dari perdagangan, industri, hingga biaya operasional sejumlah platform digital.

Pelemahan rupiah juga menjadi perhatian para pelaku usaha karena dapat memengaruhi biaya impor bahan baku serta harga barang di dalam negeri.

Situasi tersebut membuat banyak pihak berharap stabilitas ekonomi nasional dapat tetap terjaga.

Di tengah berbagai tantangan yang ada, Maia menekankan pentingnya perbaikan dari sisi sistem maupun kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, reformasi yang dilakukan secara menyeluruh akan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU