Rupiah Menguat Di Awal Pekan, Dolar AS Diparkir di Rp17.690 dan IHSG Mulai Menghijau

0 Shares

JAKARTA, Holopis.comRupiah menguat hampir 1% di awal pekan, dolar AS turun ke Rp17.690, sementara IHSG ikut bergerak hijau didorong sentimen global positif.

Awal pekan perdagangan Senin (15/6/2026) berlangsung penuh warna di pasar keuangan Indonesia.

Dua indikator utama, yakni nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sama-sama menunjukkan performa solid dengan tren penguatan yang cukup meyakinkan.

Sentimen positif global hingga domestik ikut menjadi bahan bakar utama pergerakan pasar hari ini.

Di pasar valuta asing, rupiah tampil perkasa dengan menutup perdagangan di level Rp17.690 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mata uang Garuda tercatat menguat sekitar 0,98% dibandingkan penutupan sebelumnya, sekaligus melanjutkan tren positif sejak akhir pekan lalu.

- Advertisement -

Berdasarkan data pasar yang dirilis Refinitiv, rupiah sempat bergerak lebih kuat di sesi perdagangan dan menyentuh area Rp17.670 sebelum akhirnya sedikit terkoreksi tipis menjelang penutupan.

Meski begitu, posisi akhir tetap menunjukkan penguatan yang solid di kisaran Rp17.600–Rp17.700.

Penguatan ini sejalan dengan pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang turun sekitar 0,22% ke level 99,531.

Tekanan terhadap dolar AS dipicu oleh meredanya kekhawatiran geopolitik global setelah adanya kabar kesepakatan kerangka damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut menurunkan harga minyak dunia.

Kondisi tersebut membuat investor global mulai beralih ke aset berisiko (risk-on), sehingga mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mendapat ruang penguatan lebih besar.

Seorang ekonom pasar uang dari Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyebut tren penguatan rupiah masih berpeluang berlanjut dalam waktu dekat.

“Saya memperkirakan rupiah masih berpotensi menguat menuju kisaran Rp17.500 per dolar AS pada pekan depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pasar mulai melihat adanya konsistensi kebijakan stabilisasi yang dilakukan otoritas moneter dan fiskal di Indonesia.

“Pasar mulai melihat bahwa otoritas ekonomi Indonesia bersedia mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memulihkan kepercayaan investor,” kata Fakhrul.

Selain faktor global, penguatan rupiah juga ditopang oleh langkah Bank Indonesia yang sebelumnya menaikkan suku bunga kumulatif sebesar 75 basis poin, yang dinilai memperkuat daya tarik aset keuangan domestik.

Tak hanya rupiah, pasar saham Indonesia juga menutup perdagangan dengan euforia positif.

IHSG tercatat melonjak 4,12% atau naik 247,31 poin ke level 6.254,97.

Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.345,80 sebelum akhirnya sedikit terkoreksi akibat aksi ambil untung (profit taking) di sesi kedua.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp30,06 triliun dengan volume 50,11 miliar saham dan frekuensi 3,19 juta kali transaksi.

Sentimen pasar terlihat dominan positif dengan 633 saham menguat, 133 melemah, dan 193 stagnan.

Sektor bahan baku menjadi penggerak utama dengan penguatan 7,47%, disusul sektor keuangan yang naik 4,82%, serta sektor utilitas dan konsumen non-primer yang juga kompak berada di zona hijau.

Penguatan IHSG hari ini juga tidak lepas dari kontribusi saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) menjadi motor utama penguatan indeks.

Selain itu, saham komoditas dan energi seperti BRMS, AMMN, hingga TLKM juga turut menopang laju indeks.

Dari sisi aliran dana, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp257,8 miliar di seluruh pasar pada sesi perdagangan.

Aktivitas pembelian asing banyak terkonsentrasi di saham-saham perbankan dan komoditas.

BBCA, BMRI, dan TPIA menjadi tiga saham yang paling banyak diburu investor global.

Hal ini menunjukkan meningkatnya kembali kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia di tengah stabilnya kondisi makroekonomi dan mulai membaiknya sentimen global.

Secara keseluruhan, penguatan rupiah dan IHSG hari ini mencerminkan meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Stabilitas kebijakan moneter, perbaikan persepsi fiskal, serta meredanya ketegangan global menjadi kombinasi utama yang mendorong arus masuk modal.

Sementara itu, pelaku pasar masih akan mencermati arah kebijakan lanjutan dari Bank Indonesia serta perkembangan geopolitik global yang dapat mempengaruhi volatilitas pasar ke depan.

Meski demikian, tren awal pekan ini memberikan sinyal kuat bahwa pasar keuangan Indonesia masih berada dalam jalur pemulihan yang cukup solid.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU