Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Sinjai

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir dan longsor secara bersamaan melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di wilayah Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan sejak beberapa hari yang lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, banjir dan longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda wilayah tersebut.

“Kondisi diperparah oleh tanah yang labil sehingga memicu longsor di beberapa lokasi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (5/6).

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai melaporkan terdapat tiga kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Utara, dan Tellu Limpoe.

Petugas juga mencatat terdapat desa/kelurahan di lima kecamatan yang terdampak tanah longsor, yakni Desa Panaikang, Lasiai, Saukang, dan Sanjai di Kecamatan Sinjai Timur.

Selanjutnya Desa Bua dan Lembang Lohe di Kecamatan Tellu Limpoe, Desa Tompobulu di Kecamatan Bulupoddo, Desa Aska dan Kelurahan Biringere di Kecamatan Sinjai Selatan, serta Kelurahan Lamatti Rilau di Kecamatan Sinjai Utara.

- Advertisement -

“Banjir menyebabkan 21 rumah terdampak, 60 hektar sawah terendam, dua perahu hanyut, dan dua ekor kuda mati tenggelam,” ungkapnya.

Selain itu, Abdul juga mengatakan bahwa banjir menyebabkan 11 ruas jalan, enam unit perkantoran, satu fasilitas umum, dan dua fasilitas pendidikan terdampak.

Kendati demikian, Abdul memastikan bahwa kondisi banjir telah surut, namun akses jalan penghubung Desa Sukamaju dan Erabaru di Kecamatan Tellu Limpoe masih terputus.

Sementara itu, tanah longsor menyebabkan tujuh rumah warga, satu hektar lahan persawahan, satu jembatan, dan enam ruas jalan penghubung antardesa terdampak.

“Selain itu, tanah longsor juga menyebabkan pipa PDAM terputus sehingga mengganggu pasokan air bersih ke wilayah Dusun Waetuo,” ujarnya.

Mendapat laporan warga, BPBD Kabupaten Sinjai bersama pemerintah daerah setempat, Polsek Sinjai, dan Babinsa turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan, pendataan, pembersihan material tanah, serta distribusi logistik permakanan kepada warga terdampak.

Petugas juga mengimbau warga yang berada di wilayah rawan longsor untuk selalu waspada terhadap potensi longsor susulan dan segera melakukan evakuasi jika diperlukan.

Tidak ada laporan korban jiwa pada peristiwa ini. Beberapa warga yang rumahnya terdampak mengungsi ke rumah kerabat.

“Material longsor masih menutupi sebagian badan jalan, namun masih dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara itu, perbaikan pipa PDAM yang rusak masih terus diupayakan,” tukasnya.

Abdul kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim hujan ke kemarau, seperti angin kencang, hujan ekstrem, puting beliung, banjir, longsor, dan gelombang tinggi. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan rencana darurat sebagai langkah kesiapsiagaan.

“Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar memantau ketinggian muka air secara berkala. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor diimbau untuk waspada dan mengenali gejala tanah longsor, seperti adanya retakan tanah di lereng, tebing yang rapuh, kerikil yang mulai berjatuhan, serta air sumur atau sungai yang berubah menjadi keruh secara tiba-tiba,” imbaunya.

“Segera evakuasi jika mendengar suara gemuruh atau sirine peringatan dini. Pantau informasi dari sumber resmi dan tepercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” tambahnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU