HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
“Luapan air tersebut menyebabkan banjir yang merendam sejumlah rumah dan lahan pertanian di beberapa wilayah terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (22/6).
Bencana banjir tercatat terjadi di empat kecamatan dengan enam desa terdampak, yakni Desa Olaya dan Desa Pombalowo di Kecamatan Parigi, Desa Lebagu di Kecamatan Balinggi, Desa Masari dan Desa Dolago Padang di Kecamatan Parigi Selatan, serta Desa Parigimpu di Kecamatan Parigi Barat.
“Dampak banjir dirasakan oleh sedikitnya 146 kepala keluarga (KK), dengan 32 KK di antaranya sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” imbuhnya.
Abdul menjelaskan bahwa di Desa Masari terdapat 70 KK terdampak dan 10 KK mengungsi. Di Desa Pombalowo, sebanyak 25 KK terdampak dan 22 KK mengungsi.
Desa Dolago Padang mencatat 50 KK terdampak, sedangkan Desa Parigimpu mencatat 1 KK atau 6 jiwa terdampak. Pendataan di desa terdampak lainnya masih terus dilakukan.
“Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa akibat kejadian tersebut,” ujarnya.
Dari sisi kerugian materiil, banjir berdampak pada sekitar 166 unit rumah warga, dengan dua unit rumah mengalami rusak ringan. Selain itu, sekitar 70 hektare lahan persawahan dan 2 hektare kebun turut terdampak.
Infrastruktur yang mengalami kerusakan meliputi tiga unit jembatan rusak berat serta satu unit saluran air yang jebol akibat derasnya arus banjir.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan melakukan asesmen di lokasi terdampak guna memastikan kondisi masyarakat serta kebutuhan penanganan darurat.
Unsur yang terlibat dalam penanganan antara lain BPBD Kabupaten Parigi Moutong, PMI, Polsek Parigi, Babinsa, kepala desa, kepala dusun, Bhabinkamtibmas, aparat desa, dan masyarakat setempat.
Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan bagi warga terdampak meliputi selimut, matras atau tikar, serta bantuan logistik berupa bahan pangan dan beras. Bantuan tersebut dibutuhkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.
Berdasarkan kondisi mutakhir, genangan banjir di sejumlah lokasi dilaporkan berangsur surut. Warga yang terdampak mulai kembali ke rumah masing-masing dan melakukan pembersihan rumah serta pekarangan yang sebelumnya terendam banjir.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan guna mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
Abdul mengimbau pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat upaya mitigasi sesuai dengan karakteristik risiko di masing-masing wilayah.
“Masyarakat diharapkan aktif mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait, menjaga kondisi lingkungan sekitar, serta segera melaporkan potensi ancaman yang dapat berkembang menjadi bencana,” imbaunya.
“Kesiapsiagaan yang dilakukan sejak dini merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko, melindungi keselamatan jiwa, dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” tambahnya.

