“Setiap turnamen punya kesulitannya masing-masing. Sekarang kita bisa lihat saja dari tiga turnamen terakhir, shuttlecock itu beda-beda. Semua shuttlecock itu punya ciri khasnya masing-masing, mereka punya feeling touch-nya juga berbeda. Jadi kita enggak bisa bilang ketika di A itu gagal, terus di B dan di C kita melakukan kesimpulan yang sama. Saya rasa itu tidak apple to apple,” jelasnya.
“Karena setiap pertandingan, setiap arena itu punya kesulitannya masing-masing, terus juga ketemu musuhnya juga berbeda-beda. Jadi saya rasa lebih fokus ke diri sendirinya dulu aja sih paling,” tutup Jonatan.
Jonatan berpeluang untuk jumpa juniornya, Alwi Farhan, di babak kedua Polytron Indonesia Open 2026. Dengan catatan, Alwi harus mengantongi kemenangan dari duel melawan Lakshya Sen (India) yang akan berlangsung malam ini.


