HOLOPIS.COM, GOWA – Polisi menduga kebakaran yang melanda RSUD Syekh Yusuf Gowa di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Jumat (29/5), dipicu oleh korsleting listrik.
Pasca-insiden tersebut, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Garis polisi juga dipasang di sejumlah area terdampak untuk membatasi akses masyarakat selama proses penyelidikan berlangsung.
Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polres Gowa bersama Satreskrim Polres Gowa dan personel Polsek Somba Opu tampak mendokumentasikan kondisi lokasi serta mengumpulkan sampel untuk kepentingan penyelidikan.
Sedikitnya dua bangunan dipasangi garis polisi, yakni Gedung Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) dan Gedung Radiologi yang menjadi titik utama kebakaran.
Kapolsek Somba Opu, Kompol Hambali, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan kebakaran.
“Setelah diketahui informasi kebakaran kami langsung ke lokasi,” ujar Hambali, dikutip Sabtu (30/5).
Menurutnya, saat petugas tiba, proses pemadaman sudah dilakukan oleh Damkar Gowa yang dibantu Damkar Makassar.
“Di lokasi juga sudah ada Damkar Gowa dibantu Damkar Makassar,” katanya.
Hambali menegaskan olah TKP dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran. Namun, berdasarkan dugaan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik.
“Olah TKP ini untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Tapi untuk dugaan awal penyebab kebakaran karena korsleting listrik,” pungkasnya.
Sebelumnya, kebakaran menghanguskan Gedung Radiologi lama dan IPSRS Syekh Yusuf.
Kepulan asap tebal yang menyebar hingga ke area pelayanan sempat memaksa pihak rumah sakit mengevakuasi pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr Gaffar, mengatakan api pertama kali diketahui setelah seorang petugas laundry melihat asap muncul dari sisi kiri area rumah sakit yang diduga berasal dari kabel terbakar.
“Petugas langsung mengambil inisiatif mencari bantuan. Ada tiga APAR yang digunakan sambil menunggu pemadam kebakaran datang,” ujarnya.
Pihak rumah sakit segera melakukan penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mencegah api merembet ke bangunan pelayanan utama.
Menurut dr Gaffar, api sempat membakar gedung IPSRS yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dan perbaikan berbagai peralatan rumah sakit.
“IPSRS itu tempat semua instalasi alat rumah sakit yang rusak dibawa ke sana,” katanya.
Kepulan asap yang masuk ke area IGD sempat menimbulkan kepanikan. Namun, seluruh pasien berhasil dievakuasi lebih awal dan situasi kembali terkendali.
“Pasien IGD sempat panik, tapi dievakuasi lebih awal dan saat ini sudah kembali tenang,” jelasnya.
Meski kebakaran terjadi di area radiologi lama dan ruang penyimpanan peralatan medis, manajemen rumah sakit memastikan fasilitas pelayanan utama tidak terdampak.
Sejumlah alat medis penting, termasuk CT Scan, dinyatakan aman sehingga pelayanan kesehatan tetap dapat berjalan normal.
“Yang jelas, di dua gedung utama, CT Scan dan alat-alat utama aman,” tegas dr Gaffar.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Damkar Gowa, Syamsul Bahri, mengungkapkan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.36 WITA, saat sebagian besar pegawai rumah sakit sedang melaksanakan Salat Jumat.
“Dalam waktu 10 menit personel maupun seluruh kekuatan armada tiba di lokasi kebakaran,” kata Syamsul.
Melihat besarnya potensi kebakaran, Damkar Gowa segera meminta bantuan Damkar Makassar untuk mempercepat penanganan.
Api diketahui membakar dua ruangan, yakni ruang radiologi lama dan ruang penyimpanan peralatan medis. Asap hitam pekat sempat membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar.
Petugas pemadam kebakaran berjibaku selama sekitar 30 menit untuk memadamkan api dan mencegah penyebarannya ke ruangan lain.
Setelah api berhasil dikendalikan, proses pendinginan dilanjutkan selama kurang lebih 30 menit guna mengurai material yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Dalam operasi tersebut, Damkar Gowa mengerahkan lima unit armada, sementara Damkar Makassar menurunkan tujuh unit mobil pemadam tambahan serta sekitar 30 personel.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, pihak pemadam memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
“Untuk dugaan sementara kebakaran ini diduga disebabkan oleh korsleting instalasi listrik,” tutup Syamsul Bahri.


