HOLOPIS.COM, BINTAN – Destinasi wisata Gurun Pasir Busung yang terletak di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, terus menyedot perhatian wisatawan.
Kawasan wisata ini ramai dikunjungi oleh pelancong, baik wisatawan domestik maupun mancanegara yang penasaran dengan keunikan lanskapnya.
Tempat yang kini menjadi primadona tersebut awalnya merupakan lahan bekas penambangan pasir bauksit aktif beberapa dekade silam.
Setelah berhenti beroperasi, kawasan ini bertransformasi menjadi salah satu ikon wisata unggulan daerah dengan panorama unik layaknya padang pasir di Timur Tengah.
Keindahan utama objek wisata ini terletak pada gundukan pasir putih kekuningan yang bergelombang secara alami di area yang cukup luas.
Tekstur gundukan pasir tersebut sebagian telah mengeras akibat cuaca hingga membentuk pola unik yang menyerupai batuan karang.
Tidak jauh dari hamparan pasir, para pengunjung juga disuguhi pemandangan telaga berair biru jernih yang dikenal dengan sebutan Telaga Biru.
Cekungan tersebut merupakan bekas galian tambang yang secara bertahap terisi oleh air hujan selama puluhan tahun hingga membentuk danau eksotis.
Berdasarkan catatan sejarah setempat, seluruh aktivitas penambangan pasir di kawasan Desa Busung ini resmi dihentikan sejak era pemerintahan Presiden Soeharto.
Lahan tersebut sempat terbengkalai selama puluhan tahun sebelum akhirnya masyarakat setempat secara swadaya mulai mengelola dan menata potensi wisatanya.
Lokasi Gurun Pasir Busung ini tergolong sangat strategis karena berjarak sekitar 44 kilometer dari pusat Kota Tanjungpinang.
Jika datang dari arah Pelabuhan Tanjung Uban, wisatawan hanya perlu menempuh perjalanan darat berjarak sekitar 17 kilometer menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Guna meningkatkan kenyamanan pengunjung, pihak pengelola kini menyediakan berbagai fasilitas rekreasi menarik seperti penyewaan motor ATV dan area olahraga memanah.
Wisatawan juga bisa menyewa perahu rakit untuk menjelajahi keindahan Telaga Biru serta menikmati kesegaran kelapa muda di warung-warung lokal sekitar area gurun.
Langkah pengembangan ini turut didukung pemerintah pusat melalui peninjauan langsung Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa guna memperkuat aksesibilitas dan fasilitas penunjang demi keberlanjutan ekonomi daerah.

