HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim negosiasi antara Washington dan Teheran semakin mendekati titik temu. Omongan Trump itu disuarakan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara telepon dengan CBS News, Trump mengatakan para negosiator dari AS dan Iran kini berada pada fase penting untuk menyelesaikan kesepakatan baru antara kedua negara.
Menurut sumber yang mengetahui jalannya negosiasi, proposal terbaru mencakup skema pembukaan kembali Selat Hormuz, pencairan sebagian aset Iran yang selama ini dibekukan di bank-bank asing, serta kelanjutan proses diplomasi lanjutan.
Meski demikian, Trump menolak membeberkan detail spesifik isi kesepakatan yang sedang dibahas.
“Saya tidak bisa memberi tahu Anda sebelum saya memberi tahu mereka, kan?” kata Trump kepada CBS News dalam wawancara telepon dikutip pada Minggu, (24/5/2026).
Trump menegaskan bahwa dirinya hanya akan menyetujui kesepakatan yang benar-benar mampu mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Ia juga menyinggung soal penanganan uranium yang diperkaya Iran sebagai salah satu poin utama dalam pembahasan.
“Saya hanya akan menandatangani kesepakatan di mana kita mendapatkan semua yang kita inginkan,” jelas Trump.
Trump menyebut perkembangan negosiasi menunjukkan arah positif. “Setiap hari semakin baik dan semakin baik,” ujarnya.
Di tengah pembicaraan yang terus berlangsung, sumber CBS News menyebut Trump masih mempertimbangkan sejumlah opsi dan belum mengambil keputusan final.
Presiden AS kontroversial itu disebut terus berkonsultasi dengan para penasihat keamanan dan pemimpin negara-negara lain sebelum menentukan langkah berikutnya.
Pada Sabtu sore waktu setempat, Trump juga melakukan pembicaraan melalui telepon dengan sejumlah pemimpin negara Teluk dan negara mitra lainnya.
Beberapa negara yang dilibatkan dalam konferensi tersebut antara lain Arab Saudi, Turki, Mesir, Pakistan, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Qatar.
Seorang pejabat regional mengatakan sebagian pemimpin negara yang ikut dalam pembicaraan belum mengetahui opsi akhir mana yang kemungkinan akan dipilih Trump.
Trump juga kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran apabila kesepakatan gagal tercapai.
“Jika AS dan Iran tidak mencapai kesepakatan, kita akan menghadapi situasi di mana tidak ada negara yang akan pernah terkena dampak sekeras yang akan mereka alami,” kata Trump.
Sebelumnya, Trump sempat mengancam Iran sebelum gencatan senjata yang dimulai pada April lalu dengan mengatakan bahwa “seluruh peradaban akan mati” tanpa adanya kesepakatan.
Belakangan, ia juga memperingatkan Teheran dengan kalimat, “Waktu Terus Berjalan.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberi sinyal bahwa perkembangan besar terkait negosiasi Iran kemungkinan segera diumumkan.
Dia bilang ada beberapa kemajuan yang telah dicapai dengan Iran. “Bahkan saat saya berbicara kepada Anda sekarang, ada beberapa pekerjaan yang sedang dilakukan,” kata Rubio menjelang makan malam resmi di Kedutaan Besar AS di New Delhi, India.
Rubio menambahkan bahwa hasil pembicaraan bisa saja diumumkan dalam waktu dekat.
“Ada kemungkinan bahwa, entah itu nanti hari ini, besok, atau dalam beberapa hari ke depan, kita mungkin akan memiliki sesuatu untuk dikatakan, tetapi masalah ini perlu diselesaikan, seperti yang dikatakan presiden, dengan satu atau lain cara,” ujar Rubio.

