Serangan Brutal Israel ke Pos Polisi Gaza Picu Kekacauan Baru di Tengah Krisis Bantuan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Situasi di Jalur Gaza kembali memanas setelah serangan udara Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya lima petugas polisi dan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun di wilayah Gaza utara.

Serangan rudal zionis Israel itu terjadi ketika ‘gencatan senjata’ antara Israel dan Hamas masih berlangsung. Namun, faktanya kekerasan terus berlanjut hampir setiap hari.

Berdasarkan keterangan direktorat kepolisian Gaza, dua rudal menghantam sebuah pos polisi di kawasan at-Twam, Gaza utara, pada Sabtu waktu setempat.

Reporter Al Jazeera di Gaza, Hani Mahmoud, mengatakan para petugas polisi tewas langsung di lokasi serangan. Selain itu, sumber dari Rumah Sakit al-Shifa menyebut setidaknya satu warga sipil yang berada di jalan dekat lokasi juga ikut tewas.

Sedikitnya 10 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Menurut Mahmoud, serangan rudal Israel bukan insiden terisolasi.

“Ini bagian dari pola yang dilakukan militer Israel, tidak hanya sejak gencatan senjata dimulai, tetapi juga sebelumnya, kita melihat pola penargetan yang disengaja terhadap polisi, personel keamanan lokal, dan struktur penegak hukum di seluruh Gaza,” kata Mahmoud dalam laporan Al Jazeera yang dikutip pada Minggu, (24/5/2026).

- Advertisement -

Serangan terhadap aparat kepolisian Gaza dinilai makin memperumit kondisi keamanan dan distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.

Pasukan polisi Gaza yang berjumlah sekitar 10.000 personel kini menjadi salah satu isu sensitif dalam pembicaraan terkait rencana Presiden AS Donald Trump untuk Gaza.

Meski perang besar antara Israel dan Hamas dihentikan melalui gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, militer Israel disebut masih rutin melancarkan operasi dan mempertahankan kontrol keamanan ketat di wilayah Palestina tersebut.

Menurut data terbaru, perang di Gaza sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 72.775 warga Palestina. Dari jumlah itu, sebanyak 883 orang dilaporkan tewas setelah gencatan senjata diberlakukan.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut dalam 48 jam terakhir delapan jenazah warga Palestina dan 29 korban luka dibawa ke rumah sakit-rumah sakit di Gaza.

Mahmoud mengatakan serangan terhadap aparat keamanan lokal berpotensi memperbesar kekacauan di Jalur Gaza yang sudah dilanda krisis kemanusiaan berat.

“Ini adalah bagian dari upaya untuk semakin menjerumuskan Jalur Gaza ke dalam kekacauan yang lebih besar, serta membongkar apa pun yang tersisa dari tatanan sipil,” kata Mahmoud.

Ia menambahkan bahwa situasi tersebut memperparah kekosongan kekuasaan dan meningkatkan risiko penjarahan bantuan kemanusiaan.

“Serangan ini semakin mempersulit pengamanan konvoi bantuan ke daerah-daerah yang paling membutuhkan dan meningkatkan kemungkinan pembajakan dan penjarahan,” ujarnya.

Di sisi lain, badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, juga mengungkap kondisi kesehatan anak-anak di Gaza terus memburuk.

UNRWA melaporkan peningkatan kasus infeksi kulit pada anak-anak akibat merebaknya hama seperti tikus, kutu, kutu loncat, dan tungau di tengah buruknya sanitasi dan minimnya pasokan medis.

Menurut UNRWA, tim kesehatan hanya mampu menangani sekitar 40 persen dari ribuan kasus yang muncul.

“Biasanya ini dapat dengan mudah ditangani dengan pengobatan sederhana, tetapi pengobatan tersebut tidak tersedia,” tulis UNRWA.

“Di Gaza, obat-obatan dasar sangat langka dan banyak anak yang tidak mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan,” lanjut pernyataan UNWRA.

Kondisi itu semakin menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza masih jauh dari kata selesai meski gencatan senjata telah diumumkan berbulan-bulan lalu.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU