Trump Klaim Damai dengan Iran Hampir Jadi, Teheran Langsung Beri Respons Keras

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim kesepakatan damai antara Washington dan Teheran hampir rampung yang melibatkan mediator Pakistan. Pernyataan itu memunculkan spekulasi baru mengenai kemungkinan berakhirnya konflik besar yang pecah sejak Februari lalu.

Trump menyebut sebagian besar isi nota kesepahaman antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah berhasil dinegosiasikan. Menurutnya, pembahasan kini tinggal menyelesaikan detail akhir sebelum diumumkan secara resmi.

Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, tunduk pada finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain,” tulis Trump melalui platform media sosial miliknya dikutip pada Minggu, (24/5/2026).

Trump juga mengklaim Selat Hormuz akan kembali dibuka sebagai bagian dari kesepakatan tersebut. Jalur pelayaran strategis itu selama ini menjadi titik ketegangan utama dalam konflik AS-Iran karena merupakan jalur penting distribusi minyak dunia.

Namun, pernyataan Trump langsung mendapat respons dingin dari Teheran. Kantor berita Fars yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran menegaskan pengelolaan Selat Hormuz tetap sepenuhnya berada di bawah kendali Iran dan tidak termasuk dalam konsesi apa pun terhadap AS.

Pengelolaan Selat, penentuan rute, waktu, metode pelayaran, dan penerbitan izin akan terus menjadi monopoli dan wewenang Republik Islam Iran,” demikian laporan Fars melalui Telegram.

- Advertisement -

Media tersebut juga menyebut klaim Trump bahwa kesepakatan hampir final “tidak sesuai dengan kenyataan”.

Di tengah dinamika negosiasi itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan dukungannya terhadap proses mediasi yang sedang berlangsung. Sharif bahkan menyatakan Pakistan siap menjadi tuan rumah putaran pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran dalam waktu dekat.

“Pakistan akan melanjutkan upaya perdamaiannya dengan ketulusan yang maksimal dan kami berharap dapat menjadi tuan rumah putaran pembicaraan berikutnya segera,” ujar Sharif.

Peran Pakistan dalam negosiasi disebut cukup sentral. Kepala Angkatan Darat Pakistan Jenderal Syed Asim Munir diketahui melakukan sejumlah pertemuan penting di Teheran dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Sejumlah sumber internasional juga menyebut proposal terbaru yang dibahas mencakup penghentian perang secara resmi, pembukaan kembali Selat Hormuz. Selain itu, pelonggaran blokade pelabuhan Iran, hingga pembahasan lanjutan program nuklir Teheran dalam 30 hingga 60 hari ke depan juga turut dibahas.

Tiga pejabat senior Iran bahkan menyebut kemungkinan pencairan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS yang selama ini dibekukan di luar negeri sebagai bagian dari skema penyelesaian konflik.

Meski demikian, suasana negosiasi masih dibayangi ketegangan. Trump tetap melontarkan ancaman serangan militer apabila kesepakatan gagal tercapai.

Trump sebelumnya menegaskan hanya akan menyetujui perjanjian di mana mendapatkan semua yang kita inginkan. Ia juga memperingatkan bahwa AS bisa kembali melancarkan serangan terhadap Iran jika proses damai menemui jalan buntu.

Di sisi lain, Iran disebut mengajukan syarat tambahan seperti penghentian permanen perang sebelum negosiasi soal program nuklir dimulai, pencabutan blokade ekonomi, hingga kompensasi atas kerusakan akibat konflik.

Potensi kesepakatan damai ini sekaligus memicu reaksi keras dari kelompok garis keras Partai Republik di AS yang selama bertahun-tahun mendorong pendekatan militer terhadap Iran. Lalu, menolak kompromi terkait program nuklir Teheran.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU