HOLOPIS.COM, JAKARTA – Insiden penembakan terjadi di pos pemeriksaan keamanan dekat Gedung Putih pada Sabtu malam (23/5) waktu setempat. Seorang pria bersenjata dilaporkan tewas setelah ditembak aparat Secret Service Amerika Serikat.
Dilansir dari pernyataan resmi Secret Service, pelaku mendekati pos pemeriksaan di kawasan 17th Street dan Pennsylvania Avenue, tidak jauh dari kompleks Gedung Putih.
Pria tersebut kemudian mengeluarkan senjata dari dalam tas dan mulai menembaki petugas keamanan yang berjaga di lokasi.
“Petugas kepolisian Secret Service membalas tembakan dan mengenai pelaku, yang kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” demikian pernyataan Secret Service, dikutip Holopis.com, Minggu (24/5).
Dalam insiden tersebut, seorang warga sipil juga dilaporkan terkena tembakan. Namun hingga kini belum dipastikan apakah korban terkena peluru saat pelaku mulai menembak atau ketika terjadi baku tembak dengan aparat.
Seorang pejabat penegak hukum mengatakan kepada Reuters bahwa pelaku diketahui memiliki gangguan emosional dan sebelumnya pernah dikenai perintah untuk menjauh dari area tertentu.
Secret Service memastikan tidak ada aparat keamanan yang mengalami luka dalam insiden tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga disebut berada di Gedung Putih saat kejadian berlangsung.
Sebelumnya, aparat penegak hukum sempat menyebut pelaku dan seorang warga sipil berada dalam kondisi kritis setelah dilarikan ke George Washington Hospital.
Direktur FBI Kash Patel mengatakan pihaknya ikut membantu penyelidikan terkait insiden tersebut. Sementara itu, seorang turis asal Kanada bernama Reid Adrian mengaku berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.
“Kami mendengar sekitar 20 sampai 25 suara yang awalnya terdengar seperti kembang api, tapi ternyata suara tembakan. Setelah itu semua orang mulai berlarian,” ujarnya.
Beberapa jurnalis yang berada di halaman utara Gedung Putih juga mengatakan mereka diminta segera berlindung ke ruang briefing pers setelah suara tembakan terdengar.
Pembawa acara Fox News Bret Baier mengutip pejabat senior pemerintahan yang mengatakan pelaku sempat melepaskan tiga tembakan dari sisi barat Gedung Putih sebelum akhirnya dilumpuhkan aparat. Meski sempat memicu kepanikan, pelaku disebut tidak berhasil menembus perimeter keamanan Gedung Putih.

