HOLOPIS.COM, JAKARTA – Meta Platforms dikabarkan mulai membuka akses layanan WhatsApp untuk chatbot AI pesaing seperti OpenAI di wilayah Eropa. Namun, akses gratis itu tidak berlaku selamanya karena Meta berencana mulai mengenakan biaya jika penggunaan pesan sudah melewati batas tertentu.
Kebijakan ini muncul di tengah tekanan regulator Uni Eropa yang semakin ketat terhadap dominasi perusahaan teknologi besar.
Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Meta telah mengajukan proposal kepada regulator antimonopoli Uni Eropa minggu lalu.
Langkah ini dilakukan setelah Komisi Eropa mempertimbangkan kebijakan yang bisa memaksa Meta memberikan akses WhatsApp kepada perusahaan AI pesaing selama investigasi masih berlangsung.
Dalam proposalnya, Meta menawarkan akses gratis sementara untuk chatbot AI lain melalui API WhatsApp Business.
API sendiri merupakan sistem yang memungkinkan dua perangkat lunak saling terhubung dan bertukar data.
Gratis di Awal, Tapi Nanti Bayar
Meski menawarkan akses gratis, Meta disebut akan mulai mengenakan biaya ketika chatbot AI pesaing mencapai batas jumlah pesan tertentu kepada pengguna.
Kebijakan ini dianggap sebagai jalan tengah agar Meta tetap mematuhi aturan Uni Eropa tanpa sepenuhnya membuka platform secara cuma-cuma.
Komisi Eropa sendiri menegaskan fokus utama mereka adalah menjaga pasar AI tetap terbuka dan kompetitif agar perusahaan kecil tidak kalah oleh dominasi raksasa teknologi.
Startup AI Masih Protes
Namun, proposal Meta ternyata belum memuaskan beberapa perusahaan kecil di sektor AI.
Perusahaan asal California, The Interaction Company, pengembang asisten AI Poke.com, menilai tawaran tersebut belum menyelesaikan masalah persaingan.
“Unfortunately, Meta’s current proposal is far from resolving any of the competition concerns identified in this case,” kata perusahaan tersebut.
Startup Prancis Agentik juga mengkritik Meta karena aturan itu dianggap tidak berlaku untuk layanan internal mereka sendiri, yakni Meta AI.
Aturan WhatsApp AI Memicu Polemik
Awalnya, pada Januari lalu Meta hanya mengizinkan Meta AI hadir di WhatsApp. Namun pada Maret, perusahaan mulai membuka peluang bagi chatbot AI lain masuk ke platform tersebut dengan sistem berbayar.
Kebijakan itu justru memicu investigasi baru dari regulator Uni Eropa hingga akhirnya Meta menghentikan sementara biaya akses selama satu bulan sambil melakukan negosiasi.
Kasus ini menunjukkan bagaimana Uni Eropa semakin agresif mengawasi persaingan di industri AI dan teknologi digital. Di sisi lain, Meta berusaha menjaga dominasi WhatsApp sambil tetap menghindari sanksi dari regulator.
Jika aturan ini resmi diterapkan, persaingan chatbot AI di Eropa diperkirakan bakal semakin panas dalam beberapa bulan ke depan.

