HOLOPIS.COM, JAKARTA – WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa harus membagikan nomor telepon. Fitur baru ini dinilai mampu meningkatkan privasi, namun di sisi lain juga memunculkan sejumlah potensi ancaman keamanan siber yang perlu diwaspadai.
Dengan sistem baru tersebut, pengguna bisa membuat nama pengguna khusus, misalnya @john_doe_99, sehingga percakapan dapat dimulai hanya menggunakan username tanpa bergantung pada nomor SIM.
Meski memberikan perlindungan privasi yang lebih baik, sejumlah pakar keamanan siber menilai perubahan ini juga membuka peluang munculnya berbagai modus kejahatan digital baru.
Dikutip Holopis.com dari My Malaysia Prop pada Minggu (12/7/2026), berikut lima risiko keamanan siber yang perlu diperhatikan pengguna WhatsApp.
1. Penyamaran Identitas atau Merek
Salah satu ancaman yang paling mungkin terjadi adalah penyalahgunaan username untuk meniru identitas seseorang maupun merek terkenal.
Pelaku bisa membuat nama yang sangat mirip dengan akun asli, misalnya mengganti angka 1 dengan huruf l, menambahkan garis bawah (_), atau sedikit mengubah ejaan agar terlihat meyakinkan di mata korban.
2. Serangan Phishing dan Malware Lebih Mudah
Penggunaan username dinilai mempermudah bot otomatis dalam mencari dan menargetkan akun dibandingkan menggunakan nomor telepon yang bersifat acak.
Kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan tautan phishing, file APK berbahaya, hingga berbagai modus penipuan secara massal dalam waktu singkat.
3. Perebutan Username hingga Pemerasan
Risiko lain yang disorot adalah praktik username squatting, yakni mendaftarkan nama pengguna yang bernilai tinggi lebih dulu.
Nama bisnis, merek dagang, tokoh publik, maupun selebritas berpotensi menjadi sasaran. Setelah berhasil menguasainya, pelaku bisa meminta tebusan atau memanfaatkan akun tersebut untuk menjalankan berbagai modus penipuan, termasuk promosi investasi maupun giveaway kripto palsu.
4. Meningkatnya Bot, Spam, dan Undangan Grup
Username yang dipublikasikan di media sosial, forum, atau situs web juga berpotensi menarik bot otomatis.
Akibatnya, pengguna bisa lebih sering menerima pesan spam, undangan grup yang tidak diinginkan, hingga promosi mencurigakan apabila pengaturan privasi akun tidak dikonfigurasi dengan baik.
5. Rasa Aman yang Berlebihan
Para ahli juga mengingatkan bahwa penggunaan username bukan berarti akun sepenuhnya aman atau anonim.
Pengguna tetap disarankan tidak membagikan informasi sensitif seperti kode OTP, kata sandi, data perbankan, maupun informasi perusahaan melalui percakapan WhatsApp. Risiko pencurian data tetap bisa terjadi meski komunikasi dilakukan menggunakan username, bukan nomor telepon.
Karena itu, pengguna disarankan tetap mengaktifkan fitur keamanan tambahan, seperti verifikasi dua langkah, membatasi siapa yang dapat menghubungi akun, serta selalu memeriksa identitas lawan bicara sebelum membagikan informasi penting.


