LCC 4 Pilar Kalbar Viral! Juri Dinilai Berat Sebelah, Alasan Artikulasi Disorot

12 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Viral LCC 4 Pilar Kalbar, juri dinilai berat sebelah usai memberi nilai berbeda pada jawaban sama, alasan artikulasi pun jadi sorotan publik.

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendadak jadi sorotan publik.

Bukan karena prestasi peserta, melainkan keputusan juri yang dianggap tidak konsisten dan memicu tudingan “berat sebelah” dari warganet.

Video final lomba yang diunggah kanal resmi YouTube MPR RI (MPRGOID) memperlihatkan momen kontroversial saat dua kelompok peserta memberikan jawaban yang dinilai sama, namun mendapat penilaian berbeda.

Dalam tayangan tersebut, peserta dari Grup C menjawab pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Jawaban yang disampaikan sudah mencakup unsur DPR, DPD, hingga Presiden.

- Advertisement -

Namun, alih-alih mendapat nilai penuh, jawaban Grup C justru hanya diganjar nilai minus 5 oleh dewan juri.

Tak lama berselang, giliran Grup B menjawab pertanyaan serupa dengan susunan kalimat yang hampir sama.

Menariknya, kali ini juri memberikan nilai sempurna 10 poin.

Perbedaan keputusan itu langsung memicu reaksi dari peserta Grup C yang merasa diperlakukan tidak adil.

Mereka mempertanyakan konsistensi penilaian dalam satu soal yang sama.

Menanggapi protes tersebut, pihak juri berdalih tidak mendengar dengan jelas penyebutan kata “DPD” dalam jawaban Grup C.

Juri kemudian menyebut faktor artikulasi menjadi dasar penilaian.

Namun alasan itu justru menuai kritik lebih besar dari publik.

Banyak yang menilai penjelasan tersebut tidak konsisten, terlebih karena jawaban peserta terdengar cukup jelas dalam rekaman video.

Bahkan, sebagian warganet menyebut keputusan itu janggal dan terkesan subjektif.

“Kalau memang tidak terdengar, seharusnya dicek ulang rekaman. Jangan langsung kasih nilai minus,” tulis salah satu komentar yang ramai dibagikan di media sosial.

Selain juri, moderator acara juga ikut terseret kritik.

Hal ini setelah dirinya merespons keberatan peserta dengan kalimat yang dianggap meremehkan, yakni menyebut bahwa protes tersebut “mungkin hanya perasaan saja”.

Pernyataan itu memicu reaksi keras dari warganet yang menilai seharusnya panitia lebih bijak dalam menghadapi keberatan peserta, apalagi dalam konteks kompetisi pendidikan.

Potongan video insiden tersebut kini menyebar luas di berbagai platform media sosial dan menjadi bahan perdebatan publik.

Banyak yang menyoroti pentingnya transparansi dan objektivitas dalam penilaian lomba akademik.

Sebagian netizen menilai, lomba seperti LCC seharusnya menjadi ruang edukasi yang menjunjung tinggi keadilan, bukan justru menimbulkan polemik.

“Kalau sudah ragu, putar ulang saja rekamannya. Jangan sampai kerja keras siswa jadi sia-sia,” tulis komentar lain.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronald Steven
Gesha Yuliani Nattasya, Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU