JAKARTA, HOLOPIS.COM – Uniqlo bikin heboh usai meluncurkan koleksi hijab terbaru. Alih-alih menuai pujian, kampanye promosinya malah memicu perdebatan sengit netizen.
Niat Uniqlo menghadirkan koleksi hijab modern untuk pasar Asia Tenggara justru berujung kontroversi.
Kampanye hijab terbaru Uniqlo yang dirilis di Malaysia ramai diperdebatkan netizen, bahkan ikut menjadi sorotan warganet Indonesia.
Polemik bermula setelah teaser koleksi hijab Uniqlo Malaysia beredar di media sosial.
Dalam materi promosi tersebut, model terlihat mengenakan kain hijab dengan gaya menyerupai turban, sehingga bagian leher dan dada atas masih terlihat.
Tampilan itu langsung memicu reaksi publik.
Sejumlah warganet mempertanyakan apakah produk tersebut masih tepat disebut sebagai “hijab” karena gaya pemakaiannya dinilai tidak sesuai dengan pemahaman hijab yang selama ini dikenal sebagian masyarakat Muslim.
“Ini bukan hijab,” tulis salah satu pengguna media sosial yang ikut mengomentari kampanye tersebut.
Tidak hanya di Malaysia, perdebatan serupa juga muncul dari warganet Indonesia.
Sejumlah pengguna media sosial Tanah Air ikut menyoroti gaya promosi Uniqlo tersebut dan mempertanyakan konsep hijab modern yang ditampilkan perusahaan asal Jepang itu.
Sebagian netizen menilai Uniqlo perlu lebih sensitif terhadap nilai budaya dan pemahaman masyarakat Muslim di kawasan Asia Tenggara.
Mereka beranggapan istilah “hijab” memiliki makna yang cukup kuat sehingga cara penyajian produk dalam iklan perlu diperhatikan.
Namun, ada juga pengguna media sosial yang membela langkah Uniqlo.


