Sejarah International No Diet Day, Berawal dari Perjuangan Menerima Tubuh

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap tanggal 6 Mei diperingati sebagai International No Diet Day, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan tubuh dan pola makan. Peringatan ini juga menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran tentang tekanan standar kecantikan, budaya diet ekstrem, serta gangguan makan.

International No Diet Day pertama kali muncul di Inggris pada awal 1990-an. Gerakan ini diprakarsai oleh Mary Evans Young, seorang feminis asal Inggris yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya dalam menghadapi masalah penerimaan tubuh dan anoreksia.

Berawal dari Piknik Kecil di London

Perayaan pertama International No Diet Day digelar pada 5 Mei 1992. Saat itu, acaranya masih sangat sederhana dan hanya diikuti sekitar selusin perempuan di Hyde Park, London.

Peserta yang hadir memiliki rentang usia 21 hingga 76 tahun. Mereka mengenakan stiker bertuliskan “Ditch That Diet” sebagai simbol penolakan terhadap tekanan diet yang tidak sehat. Namun, cuaca hujan membuat acara piknik tersebut akhirnya dipindahkan ke rumah Mary Evans Young.

Menjadi Gerakan Internasional

Setelah perayaan pertama tersebut, Mary Evans Young mulai mendorong agar No Diet Day berkembang menjadi gerakan internasional.

Awalnya, peringatan dilakukan setiap 5 Mei. Namun, sejumlah warga Amerika Serikat, khususnya di wilayah seperti California, Texas, Arizona, dan New Mexico, menilai tanggal tersebut bertabrakan dengan perayaan Cinco de Mayo. Karena itu, tanggal peringatan kemudian dipindahkan menjadi 6 Mei di tahun-tahun berikutnya.

- Advertisement -

Berkembang di Era Media Sosial

Saat ini, International No Diet Day berkembang menjadi kampanye berbasis media sosial. Gerakan ini juga didukung oleh National Eating Disorders Association (NEDA), organisasi yang fokus pada edukasi dan dukungan terkait gangguan makan.

Peringatan biasanya dilakukan dengan membagikan informasi, grafik edukasi, atau foto makanan di media sosial menggunakan tagar #NoDietDay.

Selain itu, beberapa pelaku usaha kuliner hingga kampanye kesehatan publik di berbagai negara juga mulai memanfaatkan momentum ini untuk mengajak masyarakat membangun pola makan yang lebih sehat dan realistis.

Fokus pada Hubungan Sehat dengan Tubuh

International No Diet Day bukan sekadar ajakan untuk berhenti diet, tetapi lebih menekankan pentingnya penerimaan tubuh dan kesehatan mental.

Gerakan ini juga menyoroti bahaya budaya diet ekstrem yang dapat memicu tekanan psikologis, rendah diri, hingga gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia.

Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk melihat kesehatan secara lebih luas, bukan hanya berdasarkan angka di timbangan, tetapi juga kesejahteraan fisik dan mental secara keseluruhan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU