Polisi Terima Laporan Aliansi Ormas Islam Ade Armando Cs ke Bareskrim, Ini Penjelasan Lengkapnya

14 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMSejumlah perwakilan 40 organisasi kemasyarakatan dari Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat beragama telah resmi melaporkan Ade Armando, Grace Natalie dan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri.

Dalam penjelasannya, Guru Arisastra sebagai prinsipal membenarkan bahwa laporannya telah diterima oleh penyidik di Bareskrim Polri untuk ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah diterima,” kata Gurun kepada Holopis.com, Selasa (5/5/2026).

Pihak Bareskrim Polri pun telah mengeluarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi dengan nomor STTL/185/V/2026/BARESKRIM tertanggal 4 Mei 2026.

Dalam penjelasannya, pelapor menyampaikan bahwa ketiga orang tersebut telah diduga kuat memiliki niat jahat (mens rea) untuk membenturkan kerukunan umat beragama dengan memotong-motong video ceramah Jusuf Kalla (JK) di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM), seolah tokoh asal Makassar tersebut melakukan penghinaan pada ajaran agama Kristen.

“Narasi kebohongan yang berisi hasutan dan provokasi yang dilakukan oleh Ade Armando dkk di Cokro TV, Permadi Arya alias Abu Janda dalam akun facebooknya yang bernama Permadi Arya tanggal 12 April 2026, ternyata juga dilakukan Grace Natalie,” jelas Gurun dalam keterangannya yang diberikan kepada Bareskrim Polri.

- Advertisement -
Pelaporan Di Bareskrim
Prosesi pelaporan yang dilakukan oleh Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama. [Foto : Dok. Pribadi]

Masih dalam penjelasannya, Gurun dan kawan-kawannya itu mengatakan jika video pidato JK telah dipotong dan posting ulang serta dikomentari dengan framing yang berisi provokasi dan hasutan dalam akun Facebook atas nama “Grace Natalie” dengan durasi waktu 1.46 Menit. Di mana pada detik ke 9, Grace Natalie menyatakan “setelah ditonton pernyataan beliau ini bermasalah sekali, jadi dalam salah satu bagian ceramah tersebut, beliau membahas mengenai mengapa Agama begitu gampang dijadikan alasan konflik, menurut bapak Jusuf Kalla baik Kristen maupun Islam sama-sama berpendapat bahwa mati dan mematikan orang adalah syahid;

Lalu pada detik ke 31, Grace Natalie melanjutkan pernyataannya dengan menyatakan “di pernyataan yang sangat fatal apalagi diucapkan orang seorang tokoh Nasional senior sekelas pak Jusuf Kalla, mengapa fatal ? Tiga hal, pertama, distorsi dari ajaran Agama, esensi dari ajaran kekristenan adalah kasih, seberat apapun kesalahan orang diajarkan untuk memaafkan tidak boleh melakukan pembunuhan atau pun penghilangan nyawa dengan alasan apapun, kedua pernyataan pak Jusuf Kalla sangat rawan di pelintir untuk melegitimasi kekerasan”.

Kemudian di menit ke 1.19, Grace Natalie menegaskan lagi “ketiga pernyataan pak JK ini bisa memicu ketegangan antar umat beragama dan polarisasi di ruang publik, oleh karenanya, pak Jusuf Kalla untuk mencabut pernyataan tersebut, buat permintaan maaf dan klarifikasi ke depan publik. Sebagai seorang tokoh Nasional yang sudah sangat senior, Pak JK harus sadar bahwa pernyataan bapak itu, memiliki otoritas yang lebih tinggi dibandingkan dengan opini orang biasa”.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU