Sadis! Begini Dugaan Motif Pembunuhan Remaja 14 Tahun oleh Musisi D4vd

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jaksa mengungkapkan detail baru dalam dokumen pengadilan terkait kasus pembunuhan dan kekerasan seksual terhadap remaja berusia 14 tahun, Celeste Rivas Hernandez. Dalam dokumen tersebut, musisi yang dikenal sebagai D4vd diduga melakukan pembunuhan untuk mencegah korban mengungkap dugaan hubungan abusif yang dapat merusak kariernya.

Dalam berkas tersebut, jaksa menyebut D4vd, yang memiliki nama asli David Anthony Burke, pertama kali bertemu korban saat berusia 11 tahun. Hubungan kemudian berkembang menjadi hubungan seksual ketika korban berusia 13 tahun, sementara pelaku berusia 18 tahun.

“Mengetahui bahwa ia harus membungkam korban sebelum merusak karier musiknya seperti yang telah diancamkan, tidak lama setelah korban tiba di rumahnya, terdakwa menusuk korban berkali-kali hingga tewas dan membiarkannya kehabisan darah,” demikian isi dokumen pengadilan, dikutip Holopis.com, Kamis (30/4).

Jaksa menilai tindakan tersebut didorong oleh upaya pelaku untuk melindungi kariernya, setelah korban diduga mengancam akan membuka informasi yang dapat merugikannya.

Sementara itu, tim kuasa hukum Burke membantah seluruh tuduhan dan menyatakan kliennya tidak bersalah. Mereka juga sempat meminta agar dokumen jaksa tidak dipublikasikan, namun permintaan tersebut ditolak oleh hakim.

Dalam penyelidikan, aparat menemukan pesan antara pelaku dan korban pada April 2025. Jaksa menyebut korban menunjukkan kecemburuan terhadap hubungan pelaku dengan perempuan lain, karena pelaku membuat korban percaya bahwa mereka memiliki masa depan bersama.

- Advertisement -

Korban juga disebut mengancam akan mengungkap “informasi yang merugikan” terkait hubungan tersebut dan berpotensi mengakhiri karier pelaku.

Jaksa menduga pembunuhan terjadi sehari setelah ancaman tersebut. Setelah itu, pelaku disebut membeli dua gergaji mesin yang diduga digunakan untuk memutilasi tubuh korban di sebuah kolam tiup. DNA korban juga ditemukan di garasi milik pelaku.

Jenazah Celeste ditemukan dalam kondisi membusuk pada September 2025 di dalam bagasi mobil Tesla yang terdaftar atas nama pelaku dan ditinggalkan di kawasan Hollywood Hills. Jaksa menyebut pelaku merupakan orang terakhir yang mengendarai kendaraan tersebut.

Hasil pemeriksaan otoritas medis Los Angeles menunjukkan korban meninggal akibat luka tusuk serius di bagian tubuh. Kondisi jenazah yang telah membusuk sempat menyulitkan penentuan penyebab kematian secara pasti. Dua jari korban juga dilaporkan hilang, dan pada bagian tersebut terdapat tato nama pelaku.

Jaksa turut mengungkap bahwa pelaku diduga menyimpan konten eksploitasi seksual terhadap anak yang melibatkan korban.

Korban ditemukan sehari setelah seharusnya merayakan ulang tahunnya yang ke-15. Sebelumnya, ia dilaporkan hilang dari Lake Elsinore pada 2024. Polisi menyebut korban sempat melarikan diri dari rumah pada Februari, kembali, lalu pergi lagi.

Saat laporan awal dibuat, pelaku mengaku tidak mengetahui bahwa korban masih di bawah umur dan hanya bertemu satu kali. Namun, jaksa menyebut pelaku diduga memberikan uang kepada teman korban agar menyediakan ponsel, sehingga mereka tetap bisa berkomunikasi.

Selama periode tersebut, korban disebut menghabiskan waktu di kediaman pelaku di Hollywood Hills, bahkan sempat bepergian bersama ke Las Vegas, London, dan Texas, serta bertemu dengan keluarga pelaku.

Sidang lanjutan yang semula dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat ditunda hingga akhir Mei untuk memberikan waktu bagi pihak pembela mempelajari bukti yang diajukan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU