HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta masyarakat tidak khawatir dengan keberadaan kecerdasan buatan (AI).
Hal itu disampaikan Gibran Rakabuming saat mengunjungi Perguruan Islam Pondok Tremas di Jl. Tj. II, Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur pada Kamis (30/4).
Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi dengan para kiai dan santri sekaligus kesempatan bagi Wapres untuk memantau langsung pelaksanaan pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan robotika bagi para santri.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres mulanya melihat langsung proses dan hasil pembelajaran, berdialog dengan para santri, serta memastikan program pelatihan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas literasi teknologi di lingkungan pondok.
Wapres Gibran mengingatkan bahwa belajar robotik, belajar AI, dan belajar coding penting sekali untuk mengasah berpikir kritis dan berpikir komputasional santri, agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi.
“Karena penting sekali nanti ke depan untuk menghadapi tantangan zaman yang serba digital. Ini semua harus belajar dan santri-santri tidak boleh ketinggalan ya,” kata Gibran dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Dalam sesi dialog dengan santri, Wapres Gibran sempat menanggapi kegelisahan salah satu santri yang mengaku khawatir dengan perkembangan teknologi. Santri tersebut menyampaikan ketakutannya bahwa kelak setelah lulus, banyak pekerjaan akan tergantikan oleh robot dan kecerdasan buatan.
“Banyak pekerjaan yang digantikan oleh AI, orang-orang juga hilang pekerjaannya, seperti di pabrik digantikan oleh robot,” ucapnya.
Menjawab hal itu, Gibran kemudian menegaskan bahwa manusia tetap memegang peran utama di balik teknologi.
“Robot yang bikin siapa? Itu manusianya kan? Itu AI bikin prompting, yang ngetik prompting-nya masih manusia kan? Justru sekarang akan banyak pekerjaan-pekerjaan baru. Jadi, enggak usah takut. Manusia enggak akan tergantikan,” terangnya.
Wapres pun menekankan bahwa kunci menghadapi perubahan adalah kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Saya yakin nanti ke depan bisa berguna, terutama kalau mereka nanti terjun ke dunia kerja dan ini yang namanya disrupsi teknologi semakin tidak bisa kita kontrol. Makanya kita harus selalu meng-upgrade diri,” pungkasnya.

