Gencatan Senjata Buyar! PM Israel Netanyahu Janji Sikat Hizbullah Tanpa Ampun

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAKetegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah di Hizbullah kembali memanas, meski gencatan senjata masih berlaku. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menuding Hizbullah sebagai pihak yang merusak kesepakatan damai.

Dalam rapat kabinet pada Minggu, (26/4/2026), Netanyahu menyampaikan tindakan Hizbullah justru mempercepat runtuhnya gencatan senjata.

- Advertisement -

Harus dipahami bahwa pelanggaran Hizbullah, pada praktiknya, membongkar gencatan senjata,” kata Netanyahu dikutip dari Channel News Asia dikutip pada Senin, (27/4/2026).

Netanyahu mengatakan serangan yang dilakukan Israel bukan tanpa dasar. Ia menyebut langkah militer negaranya tetap berada dalam koridor kesepakatan yang telah disepakati bersama Amerika Serikat (AS) dan Lebanon.

- Advertisement -

“Kami bertindak tegas sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui dengan Amerika Serikat dan, kebetulan, juga dengan Lebanon,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Israel memiliki ruang untuk bertindak lebih luas demi menjaga keamanan. “Ini berarti kebebasan bertindak tidak hanya untuk menanggapi serangan, yang jelas. Tetapi juga untuk mencegah ancaman langsung dan bahkan ancaman yang muncul,” tuturnya.

Dalam praktiknya, Israel disebut terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon selatan hampir setiap hari, dengan dalih mencegah ancaman dari Hizbullah.

Hizbullah Balik Menuding

Tak tinggal diam, Hizbullah langsung membantah tuduhan tersebut. Kelompok yang didukung Iran itu menyebut serangan mereka sebagai respons sah atas tindakan Israel.

Dalam pernyataannya, Hizbullah menyampaikan bahwa operasi militer mereka merupakan respons pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus dilakukan Israel.

“Gencatan musuh sejak hari pertama pengumuman gencatan senjata sementara,” demikian pernyataan Hizbullah.

Lebih lanjut, Hizbullah memperingatkan akan terus melawan setiap bentuk pelanggaran kedaulatan Lebanon. Kelompok pro Iran itu menegaskan siap membela Tanah Air Lebanon yang terus menerus diganggung Israel.

“Pelanggaran kedaulatannya akan ditanggapi dengan tanggapan dan perlawanan yang siap untuk membela tanah dan rakyatnya,” lanjut pernyataan Hizbullah.

Ketegangan tak hanya berhenti pada pernyataan. Militer Israel mengklaim telah mencegat tiga drone yang diduga akan memasuki wilayahnya.

Sebelumnya, Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di tujuh desa di Lebanon selatan menjelang serangan terhadap posisi Hizbullah.

Media resmi Lebanon melaporkan serangkaian serangan di wilayah selatan, termasuk di desa Zawtar al-Sharqiyah, di mana sebuah drone menghantam sepeda motor. Penembakan di sejumlah desa perbatasan juga dilaporkan terus berlangsung.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya tujuh orang tewas akibat serangan Israel pada Sabtu, meningkat dari laporan awal.

Gencatan senjata yang dimediasi Presiden AS Donald Trump sebelumnya diperpanjang selama tiga minggu setelah dimulai pada 17 April. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan kesepakatan tersebut jauh dari stabil.

Konflik ini sendiri memanas sejak 2 Maret, ketika Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai respons atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru