HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pasukan militer Amerika Serikat terus menerapkan sanksi dan memperketat blokade terhadap kapal yang masuk maupun keluar dari pelabuhan Iran. Hal ini disampaikan oleh United States Central Command (CENTCOM) melalui unggahan di media sosial pada Sabtu (25/4).
Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut sebanyak 37 kapal telah dialihkan sejak awal penerapan blokade. Salah satu kapal dagang bernama Sevan yang sebelumnya dicegat di Laut Arab kini disebut mengikuti arahan militer AS untuk kembali ke Iran di bawah pengawalan.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Presiden AS Donald Trump pada 12 April, yang memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokir kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Langkah tersebut diambil setelah perundingan awal antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada 11–12 April tidak menghasilkan kesepakatan.
Menanggapi hal itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya memperingatkan bahwa ancaman terhadap keamanan Selat Hormuz akan berdampak besar terhadap perdagangan global.
Di sisi lain, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran, kembali menegaskan akan merespons jika AS melanjutkan tindakan yang mereka sebut sebagai blokade dan pembajakan di kawasan Asia Barat.
Sementara itu, Trump juga mengumumkan pembatalan rencana perjalanan delegasi AS ke Islamabad yang sebelumnya dijadwalkan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran pada akhir pekan ini.

