HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harapan meredanya konflik di Timur Tengah kembali buyar. Di tengah gencatan senjata yang baru diberlakukan, seorang tentara Israel dilaporkan tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan.
Tewasnya seorang tentara Israel itu menandakan bahwa kesepakatan damai masih jauh dari kata aman.
Militer Israel pun sudah mengonfirmasi kematian satu tentaranya tersebut dalam pernyataan resmi.
“Lidor Porat, berusia 31 tahun, dari Ashdod, seorang tentara di Batalyon ke-7106, Brigade Regional ke-769, gugur dalam pertempuran di Lebanon selatan,” demikian pernyataan militer Israel, dikutip dari Arab News, pada Senin, (27/4/2026).
Kematian ini jadi yang kedua sejak dimulainya gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) sekitar sepuluh hari sebelumnya.
Kesepakatan gencatan tersebut merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk meredakan konflik regional yang melibatkan Israel vs Hizbullah. Namun di lapangan, situasi tetap panas.
Berdasarkan data, total korban tewas dari pihak militer Israel dalam perang enam pekan terakhir telah mencapai 15 orang.
Gelombang pertempuran terbaru dimulai pada 2 Maret, ketika Hizbullah yang didukung Iran meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel.
Serangan Hizbullah disebut sebagai aksi simpati membela Iran atas kematian pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Israel kemudian merespons dengan serangan udara ke berbagai target di Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Selain itu, zionis Israel juga mengerahkan operasi darat.

