MUI Wanti-wanti Pemerintah Maksimal Lakukan Pelayanan Jemaah Haji 2026

Jangan sampai konsentrasi habis untuk kepentingan pemenuhan transportasi, akomodasi, sementara syariahnya diabaikan atau diminimalkan.

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMKetua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah benar-benar memberikan pelayanan yang serius dan prima kepada para jemaah haji Indonesia.

“Tak kalah pentingnya adalah fasilitas serta jaminan penyelenggaraan syarat rukun haji bagi al-hujjaj wal mu’attamirin,” kata Prof Ni’am di Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

- Advertisement -

Ia mengingatkan agar jangan sampai para jemaah malah habis konsentrasi dan tenaga untuk akses mobilitas dan pelayanan non haji.

“Jangan sampai konsentrasi habis untuk kepentingan pemenuhan transportasi, akomodasi, sementara syariahnya diabaikan atau diminimalkan,” ujarnya.

- Advertisement -

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat ini mengungkapkan optimalisasi layanan syariah di dalam penyelenggaraan ibadah haji bagi jamaah, salah satunya, memenuhi kebutuhan sarana-prasarananya.

“Tugas tanggung jawab pemerintah adalah mengoptimalkan layanan syariah di dalam penyelenggaraan ibadah bagi jamaah, salah satunya, dengan memenuhi kebutuhan sarana-prasarana sebagai wasilah untuk memenuhi tujuan utama,” ungkapnya.

Ketua Majelis Alumni IPNU ini menegaskan, optimalisasi layanan dengan pemenuhan sarana-prasarana sangat penting agar terpenuhinya syarat rukun haji dan terlayaninya jamaah haji secara optimal.

Saat berada di Madinah, ia mengimbau kepada jamaah agar fokus melaksanakan ibadah.

“Melakukan refleksi atas kehidupan Nabi Muhammad SAW serta sahabat agar kita dapat meneladani kehidupan beliau dalam keseharian, baik sebagai individu, anggota keluarga, maupun anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Kemudian, Prof Ni’am menyampaikan pesan kepada jamaah untuk memperkaya wawasan dengan membaca literatur seputar Madinah dan tempat-tempat bersejarah, serta melakukan refleksi sejarah untuk dijadikan ibrah (pelajaran).

“Misalnya saat ziarah ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, ke Jabal Uhud, ke Makam Baqi, dan tentu ke Makam Rasulullah SAW serta para sahabat,” tegasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru