HOLOPIS.COM, JAKARTA – Duka menyelimuti Partai Golkar setelah salah satu kadernya, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia akibat aksi penikaman brutal di Maluku Tenggara. Insiden tragis itu terjadi di ruang publik, tepatnya di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, sesaat setelah korban tiba dari Jakarta.
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sosok Nus Kei yang juga menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara.
“Kami turut berduka atas meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara. Saudara saya, Pak Nus, dan semoga diterima di sisi Allah SWT,” kata Bahlil di Jakarta, dikutip pada Selasa, (22/4/2026).
Tak hanya menyampaikan duka, Bahlil juga menegaskan komitmen partainya untuk mengawal proses hukum hingga tuntas. Ia bahkan telah menginstruksikan jajaran internal untuk turut mengawal kasus ini.
Bahlil mengaku sudah meminta Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, agar mendampingi pihak terkait dalam memastikan proses hukum berjalan maksimal.
“Kita serahkan kepada aparat penegak hukum, tapi DPP Golkar telah meminta agar ini diusut secara tuntas dan bisa diselesaikan secara seksama,” jelas Bahlil.
Adapun insiden penikaman brutal terhadap Nus Kei terjadi pada Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 WIT. Saat itu, korban baru saja keluar dari bandara setelah melakukan perjalanan dari Jakarta.
Serangan itu terjadi di area bandara yang seharusnya aman bagi publik.
Korban sempat dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT oleh pihak keluarga. Namun, luka serius yang dideritanya membuat nyawanya tidak tertolong.
Aparat kepolisian bergerak cepat merespons kejadian ini. Dalam waktu kurang dari dua jam, dua orang terduga pelaku berhasil diamankan. Keduanya masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36), yang kini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.


