HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan Indonesia tidak akan menghadapi perubahan geopolitik global dengan rasa cemas. Di tengah kondisi dunia yang semakin terfragmentasi, pemerintah memilih tetap percaya diri dan melihat setiap perubahan sebagai peluang.
Pernyataan itu disampaikan Sugiono saat memberikan pidato kunci dalam Jakarta Geopolitical Forum X bertema Strengthening Multilateralism: Survival Amid Global Turbulence and a Fragmented World yang digelar Lemhannas RI di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
“Tidak ada satu pun negara yang menginginkan dunia yang terfragmentasi. Namun, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, inilah realitas saat ini. Dan Indonesia akan menghadapinya dengan percaya diri, bukan dengan ketakutan,” ujar Menlu Sugiono.
Ia mengakui kondisi global saat ini memang sedang mengalami perubahan besar. Persaingan antarnegara semakin tajam, disrupsi terjadi di berbagai sektor, dan dinamika internasional bergerak begitu cepat.
Meski begitu, Sugiono menilai perubahan tersebut tidak selalu menjadi ancaman. Menurutnya, situasi itu justru membuka kesempatan baru bagi negara-negara yang mampu beradaptasi.
“Pasar-pasar baru, kemitraan-kemitraan baru dan peran-peran baru akan menjadi milik negara-negara yang dipercaya, terbuka dan siap menghadapi perubahan. Dan Indonesia bertekad menjadi negara tersebut,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Sugiono juga menegaskan Indonesia akan tetap aktif dalam berbagai forum multilateral. Prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, kata dia, masih menjadi pijakan utama pemerintah dalam menyikapi berbagai persoalan internasional.
Menurutnya, prinsip tersebut bukan hanya berarti bebas menentukan sikap, tetapi juga memiliki keberanian untuk ikut terlibat dalam mencari solusi bersama.
Indonesia, lanjut Sugiono, akan terus menjalin hubungan baik dengan seluruh negara, namun setiap kebijakan tetap akan berpijak pada kepentingan nasional.
Ia juga menekankan bahwa multilateralisme masih menjadi fondasi penting dalam menjaga kerja sama internasional. Namun, sistem tersebut tidak akan berjalan efektif tanpa komitmen nyata dari negara-negara anggotanya.
“Kita akan berada di meja perundingan, bukan hanya berada di pinggir. Kita akan ikut menyusun aturan, bukan sekadar mengikutinya. Dan kita akan mempertahankan sistem internasional dengan cara menjadikannya lebih baik,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Sugiono menyampaikan apresiasi kepada Lemhannas RI yang selama satu dekade terakhir konsisten menyelenggarakan Jakarta Geopolitical Forum. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting bagi para pembuat kebijakan, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk bertukar pandangan mengenai tantangan geopolitik global.
“Saya menantikan rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang konkret yang akan dihasilkan dari forum ini. Saya mengucapkan selamat berdiskusi. Semoga diskusi kita berlangsung produktif dan memberikan pemikiran-pemikiran yang bermakna,” ucap Menlu Sugiono.



