Kurniawan Dwi Yulianto: Legenda Garuda yang Kini Diuji di Kursi Panas Timnas U-17

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Figur Kurniawan Dwi Yulianto jadi sorotan publik setelah Timnas Indonesia U-17 gagal melangkah ke semifinal Piala AFF U-17 2026. Legenda Timnas Indonesia kini menghadapi ujian besar sebagai pelatih muda Garuda Asia.

Kurniawan merupakan eks penyerang Timnas Garuda. Pelatih 49 tahun itu dikenal sebagai salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia saat masih aktif bermain.

- Advertisement -

Sepanjang kariernya bersama timnas senior, ia mencatatkan 33 gol dari 59 penampilan. Catatan itu menempatkan Si Kurus, sapaan Kurniawan sebagai salah satu penyerang tersubur di era modern Indonesia.

Karier klubnya juga cukup panjang, termasuk pengalaman bermain di Eropa bersama Sampdoria Primavera. Di usia muda, ia juga pernah bermain di Liga Swiss bersama FC Luzern.

- Advertisement -

Sejumlah klub besar Tanah Air juga pernah dibela Kurniawan seperti Pelita Jaya, PSM Makassar, hingga Persija Jakarta. Usai gantung sepatu, Kurniawan melanjutkan karier sebagai pelatih.

Kurniawan Holopis
Pelatih Timnas U-17 Kurniawan Dwi Yulianto. (Foto: IG Como).

Dia sempat menjadi bagian staf klub Italia, Como. Kurniawan juga pernah tercatat sebagai asisten pelatih Timnas U-22 di SEA Games 2023 dan SEA Games 2025.

Pada awal 2026, PSSI resmi menunjuk Kurniawan menangani Timnas Indonesia U-17. Si Kurus menggantikan Nova Arianto yang dipromosikan sebagai pelatih Timnas U-20.

Turnamen Piala AFF U-17 yang digelar di Indonesia pada 11–23 April 2026 seharusnya jadi panggung pembuktian bagi Kurniawan. Namun, perjalanan tim justru tidak berjalan sesuai harapan.

Di turnamen itu, Garuda Muda tergabung di Grup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste.

Kekalahan krusial dari Malaysia menjadi titik balik yang membuat peluang lolos ke semifinal menipis. Indonesia kemudian harus berjuang hingga laga terakhir. Namun, Putu Ekayana Cs akhirnya gagal melangkah ke fase gugur.

Hasil imbang 0-0 dengan Vietnam di laga terakhir tak bisa menolong Timnas U-17. Dengan hasil mengecewakan, Kurniawan menyampaikan permohonan maaf dan pasang basan siap bertanggungjawab.

“Secara pribadi, saya mohon maaf atas gagalnya tim kita lolos ke semifinal karena memang target kita bisa lolos ke semifinal,” kata Kurniawan, Senin, (20/4/2026).

Menurut dia, para pemain sudah berjuang maksimal di lapangan. Hasil di Piala AFF U-17 merupakan tanggungjawabnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi psikologis tim menjadi perhatian utama di tengah tekanan hasil buruk. Apalagi, Timnas U-17 akan berlaga di Piala Asia U-17 pada Mei 2026.

Kurniawan menyampaikan kekurangan tim selama Piala AFF U-17 akan jadi evaluasi jelang Piala Asia U-17. Kekurangan itu seperti efektivitas serangan dan kesalahan individu yang masih kerap terjadi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru