Bali jadi Mesin Devisa RI, Tapi Terancam Masalah Infrastruktur Kronis

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pulau Bali kembali menjadi sorotan di tingkat nasional. Bukan karena lonjakan wisatawan semata, tapi karena kekhawatiran serius soal potensi ekonomi raksasa bisa tergerus jika infrastruktur pariwisata tak segera dibenahi.

Komisi V DPR RI secara tegas meminta pemerintah pusat percepat dukungan pembangunan infrastruktur untuk Bali. Dorongan ini muncul setelah melihat besarnya kontribusi pulau tersebut terhadap devisa negara.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengingatkan bahwa Bali bukan sekadar destinasi wisata. Tapi, Pulau Dewata sebagai aset ekonomi strategis nasional.

“Dari sekitar Rp176 triliun perputaran ekonomi wisatawan mancanegara, lebih dari setengahnya berasal dari Bali, jika Bali tidak kita urus dengan baik, angka itu bisa menyusut drastis,” kata Lasarus, dalam keterangannya, Jumat, (10/4/2026).

Ia bilang jika mengabaikan Bali sama saja dengan mempertaruhkan salah satu sumber utama pemasukan negara. Ia menyoroti pengamanan pantai saja, Bali hanya membutuhkan sekitar Rp3–4 triliun. “Tidak cerdas jika kita membiarkan potensi sebesar itu hilang hanya karena lalai mengurusnya,” ujar Lasarus.

Selain infrastruktur dasar, ia juga menyoroti masalah aksesibilitas yang mulai dirasakan wisatawan, terutama domestik.

- Advertisement -

“Sekarang ke Bali terasa sulit, terutama bagi wisatawan domestik, mencari tiket pesawat ke Bali itu susah, pergi susah, pulang juga susah, ini harus menjadi perhatian bersama,” tutur politikus PDIP.

Sementara, Gubernur Bali, Wayan Koster, memaparkan pada tahun 2025 menjadi puncak kunjungan wisatawan dengan angka mencapai 7,05 juta wisatawan mancanegara.

Jika digabung dengan wisatawan domestik, total kunjungan mencapai 16,3 juta orang dalam setahun.

Dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS, total belanja wisatawan mancanegara mencapai sekitar Rp176 triliun. Angka itu seperti menyumbang lebih dari separuh devisa pariwisata nasional.

“Ekonomi Bali sangat bergantung pada pariwisata dengan kontribusi sekitar 66 persen terhadap PDRB, karena itu infrastruktur dasar harus dipercepat agar Bali tidak mengalami penurunan kualitas,” kata dia.

Masalah Klasik

Di balik angka fantastis tersebut, Bali masih menghadapi berbagai persoalan serius masalah klasik seperti abrasi pantai, kemacetan, krisis air bersih, hingga persoalan sampah.

Selain itu, keterbatasan infrastruktur jalan dan pelabuhan juga menjadi kendala utama, terutama saat lonjakan kendaraan dari Pulau Jawa menuju Bali.

Maka itu, sejumlah proyek strategis diusulkan, mulai dari pembangunan underpass Jimbaran, jalan Pesanggaran–Canggu, jalur wisata Klungkung–Karangasem, hingga jalan lingkar Bali Utara.

Tak hanya itu, pembangunan pelabuhan logistik di Karangasem dan Klungkung juga dinilai mendesak.

Salah satu solusi yang didorong adalah membuka alternatif jalur penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang langsung ke wilayah Bali utara atau timur.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan di satu titik yang selama ini menjadi sumber kemacetan.

“Kami ingin ada alternatif penyeberangan dari Ketapang langsung ke wilayah Bali utara atau timur agar kepadatan tidak hanya menumpuk di satu titik,” ujar Koster.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU