HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Lebanon bergerak cepat di jalur diplomasi internasional untuk menghentikan eskalasi konflik dengan Israel. Militer zionis Israel masih menggempur wilayah Lebanon.
Beirut kini mencari dukungan global termasuk dari Pakistan untuk memastikan gencatan senjata benar-benar berlaku.
Langkah ini menandai strategi baru Lebanon. Tak hanya menghentikan serangan, tapi juga menegaskan kendali penuh negara atas urusan keamanan dan politik dalam negeri.
Perdana Menteri Nawaf Salam secara langsung menghubungi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk memastikan posisi Lebanon dalam skema gencatan senjata regional.
“Meminta konfirmasi bahwa gencatan senjata harus mencakup Lebanon, untuk mencegah terulangnya serangan Israel yang terjadi kemarin,” kata Nawaf Salam dikutip dari Arab News, Jumat, (10/4/2026).
Salam juga mengapresiasi peran Pakistan dalam mendorong terciptanya jeda konflik dengan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS)-Iran.
“Upaya yang dilakukan oleh Perdana Menteri Pakistan yang mengarah pada gencatan senjata,” tutur Salam.
Di sisi lain, Pakistan menyampaikan sikap tegas terhadap situasi tersebut.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk serangan Israel baru-baru ini terhadap Lebanon. Sharif menekankan bahwa negaranya sedang berupaya membantu mengamankan perdamaian dan stabilitas di sana.
Pun, upaya diplomasi Lebanon tak berhenti pada Pakistan. Nawaf Salam dijadwalkan melakukan kunjungan ke AS untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Selain itu, ia juga akan membawa isu ini ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres.
Tujuan Nawaf jelas untuk bisa perkuat posisi Lebanon di panggung global. Kemudian, menggalang tekanan internasional untuk menghentikan konflik.

