HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghentikan pasokan senjata bagi Ukraina dalam waktu dekat ini.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan para sekutu Eropa agar bergabung dalam koalisi yang bersedia untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Trump menuntut agar angkatan laut negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) membantu membuka kembali jalur air strategis itu pada bulan lalu.
Tindakan itu dilakukan setelah jalur itu secara efektif ditutup di tengah meningkatnya konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Sejumlah pemerintah negara-negara Eropa dilaporkan menolak permintaan tersebut dan mengatakan langkah semacam itu mustahil dilakukan selama konflik sedang berlangsung.
Bahkan, beberapa pejabat berpendapat konfrontasi tersebut bukan perang mereka.
Trump kemudian mengancam akan menangguhkan pasokan ke PURL, inisiatif pengadaan senjata untuk Ukraina milik NATO, yang didanai oleh negara-negara Eropa.
Bahwa atas desakan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, sekelompok negara, termasuk negara-negara anggota aliansi utama seperti Prancis, Jerman, dan Inggris, mengeluarkan pernyataan keras.
“Kami menegaskan kesiapan kami untuk berkontribusi pada upaya yang memadai guna memastikan keamanan dalam melintasi Selat (Hormuz),” tegasnya.
Selain itu, seorang pejabat yang mengetahui pembahasan tersebut mengindikasikan bahwa Rutte mendesak agar pernyataan bersama itu dirilis setelah Trump mengancam akan menarik diri dari PURL dan mengurangi dukungan yang lebih luas bagi Ukraina.
Sementara itu, Menteri Delegasi untuk Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis Alice Rufo pada Rabu menyampaikan bahwa NATO merupakan aliansi militer yang berfokus pada keamanan wilayah di kawasan Euro-Atlantik dan tidak dimaksudkan untuk melaksanakan operasi di Selat Hormuz.
Rufo menyampaikan hal itu setelah pernyataan Trump yang menguraikan bahwa dirinya sedang serius mempertimbangkan menarik AS dari NATO usai aliansi tersebut tidak ikut serta dalam serangan terhadap Iran. Trump juga menggambarkan aliansi itu sebagai macan kertas.
Menanggapi ancaman Trump untuk menarik diri dari NATO, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menuturkan, Inggris akan bertindak atas dasar kepentingan nasional dan tidak akan mengubah sikapnya terkait perang Iran.



