HOLOPIS.COM, MAROS – Usaha keras dilakukan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar mencari korban hanyut di Sungai Kalimborang, Dusun Bahagia, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, membuahkan hasil, Senin 30 Maret 2026.
Berdasarkan perkembangan terbaru, satu korban berjenis kelamin laki-laki telah berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 12.05 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Arif Anwar mengatakan, saat ini korban sedang dalam proses evakuasi dari aliran sungai menuju permukiman warga untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang.
“Satu korban berjenis kelamin laki-laki telah berhasil ditemukan 4 Km dari lokasi kejadian oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 12.05 WITA,” ujar Anwar, Senin (30/3/2026) sore.
Kata dia, saat ini korban dalam proses evakuasi dari lokasi penemuan menuju permukiman warga untuk penanganan lebih lanjut.
Tim SAR Gabungan kata dia, akan terus melanjutkan upaya pencarian terhadap satu korban lainnya dengan melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran Sungai Kalimborang, khususnya pada area hilir yang berpotensi menjadi titik terbawanya korban.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar sungai, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu yang dapat memicu terjadinya air bah secara tiba-tiba,” jelas arif.
Sebelumnya diberitakan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar menerjunkan sejumlah Tim SAR untuk mencari
dua wisatawan yang hanyut di Sungai Kalimborang, Dusun Bahagia, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Minggu 29 Maret 2026.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Arif Anwar mengatakan, kedua wisatawan tersebut tidak sempat menyelamatkan diri saat sedang mandi tiba-tiba air bah datang.
“Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA,” ujarnya Minggu (29/3) malam.
Dia menambahkan berdasarkan laporan yang diterima, kedua korban yang diidentifikasi bernama Fajrin dan Ica beralamat di BTP Blok AB Makassar, sedang berenang di area Sungai Kalimborang.
“Secara tiba-tiba, debit air meningkat drastis akibat air bah dari hulu dan langsung menyeret kedua korban sebelum sempat menyelamatkan diri ke tepian,” jelasnya.
Melihat kejadian tersebut, saksi mata di lokasi bernama Muh. Yusuf, segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Pemerintah Desa Bonto Manurung Maros.
Yusup menyebutkan bahwa kedua korban bukan merupakan bagian dari rombongan wisata mereka, sehingga identitas lengkap asal domisili korban saat ini masih dalam proses pendataan intensif oleh pihak Polsek Tompobulu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Makassar segera mengerahkan satu tim rescue untuk menuju lokasi kejadian guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
“Kami telah memberangkatkan tim rescue dari Kantor Basarnas Makassar ke lokasi kejadian di Kecamatan Tompobulu. Fokus utama saat ini adalah melakukan koordinasi di lapangan dan penyisiran awal di area hilir sungai,” bebernya.
Hingga sore, masyarakat setempat bersama personel Polsek Tompobulu telah melakukan upaya pencarian mandiri dengan menyisir pinggiran sungai.
Namun, derasnya arus dan kondisi medan yang cukup ekstrem membuat hasil pencarian masih nihil. Keberadaan Fajrin dan Ica belum ditemukan.
“Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pemantauan dan penyisiran hingga batas waktu yang memungkinkan, dengan memperhatikan faktor cuaca dan keselamatan personel di lapangan,” jelasnya.
Anwar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat melakukan aktivitas di sekitar sungai, mengingat cuaca yang ekstrem dapat memicu terjadinya air bah secara tiba-tiba.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan menggunakan sejumlah peralatan, antara lain perahu karet (rubber boat), alat pelampung (life jacket), tali penyelamatan (rescue rope), peralatan komunikasi, serta perlengkapan SAR air lainnya guna menunjang proses pencarian di area sungai.
“Pencarian akan dilanjutkan esok hari,” tutupnya.

