HOLOPIS.COM, JAKARTA – Momen 1 Syawal selalu menjadi hari yang paling dinanti umat Muslim di seluruh dunia. Setelah sebulan penuh menempa diri di madrasah ramadan, Shalat Idul Fitri menjadi “panggung kemenangan” sekaligus bentuk syukur yang paling khidmat.
Namun, karena ibadah ini hanya dilakukan setahun sekali, tak jarang kita merasa ragu atau lupa terkait detail tata caranya. Apakah ada shalat sunnah sebelum Idul Fitri Bagaimana urutan takbirnya? Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tata cara Shalat Idul Fitri.
1. Persiapan Sebelum Berangkat
Sebelum melangkah ke tempat pelaksanaan shalat, ada beberapa kesunnahan yang dianjurkan untuk menambah kesempurnaan ibadah:
- Mandi Besar: Membersihkan diri layaknya mandi junub.
- Mengenakan Pakaian Terbaik: Tidak harus baru, namun bersih dan rapi.
- Makan Sebelum Berangkat: Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri kita disunnahkan makan (biasanya kurma dalam jumlah ganjil) untuk menegaskan bahwa hari itu adalah hari berbuka.
- Berjalan Kaki: Mengambil rute pergi dan pulang yang berbeda untuk menebar salam dan silaturahmi.
2. Niat dan Ketentuan Umum
Shalat Idul Fitri berjumlah dua rakaat dan hukumnya adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Shalat ini dilakukan secara berjamaah tanpa didahului oleh Azan maupun Iqamah.
Cukup hadirkan niat di dalam hati untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri karena Allah SWT. Jika ingin dilafalkan, berikut adalah teksnya: Ushalli sunnatan li ‘Idil Fitri rak’ataini (ma’muman/imaman) lillahi ta’ala.
Artinya: Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat [menjadi makmum/imam] karena Allah ta’ala.
3. Tata Cara Rakaat Pertama
Setelah Takbiratul Ihram, disunnahkan membaca doa iftitah. Perbedaan utama Shalat Id terletak pada Takbir Zawaid (takbir tambahan):
Tujuh Kali Takbir: Di luar takbiratul ihram, imam dan makmum melakukan 7 kali takbir.
Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca tasbih: “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”
Membaca Al-Fatihah dan surat pendek (disunnahkan surat Al-A’la atau surat Qaf).
Ruku’, I’tidal, Sujud, dan duduk di antara dua sujud seperti shalat pada umumnya.
4. Tata Cara Rakaat Kedua
Saat bangkit dari sujud menuju rakaat kedua, urutannya adalah:
Lima Kali Takbir: Dilakukan setelah takbir intiqal (takbir saat bangun dari sujud).
Membaca Al-Fatihah dan surat pendek (disunnahkan surat Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar).
Rukuk hingga salam.
Mendengarkan Khutbah: Sempurnanya Ibadah
Berbeda dengan Shalat Jumat yang khutbahnya dilakukan sebelum shalat, pada Idul Fitri, khutbah dilakukan setelah shalat.
Meskipun hukum mendengarkan khutbah adalah sunnah, jamaah sangat dianjurkan untuk tidak langsung bubar. Menyimak pesan khatib adalah cara terbaik untuk menutup rangkaian ibadah dengan refleksi diri dan doa bersama.
Tips Khusus untuk Jamaah
- Datang Lebih Awal: Mengingat antusiasme jamaah yang tinggi, datanglah lebih awal untuk mendapatkan saf terdepan dan menghindari kepadatan.
- Bawa Sajadah Sendiri: Terutama jika shalat dilaksanakan di lapangan terbuka demi menjaga kebersihan dan kenyamanan.
- Simak Instruksi Imam: Beberapa daerah memiliki sedikit perbedaan teknis dalam jeda takbir, pastikan Anda mengikuti gerakan imam sebagai pemimpin shalat.
Dengan memahami tata cara yang benar, semoga Idul Fitri kita bukan sekadar perayaan baju baru, melainkan kembali fitrahnya hati dalam penghambaan yang sempurna.


