HOLOPIS.COM, JAKARTA – Isu bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggerus anggaran pendidikan ditepis tegas oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. Dia bilang program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto itu tak mengurangi alokasi dana pendidikan, bahkan disebut memperbesar total anggaran.
“Malah, dana pendidikan bertambah karena adanya program MBG,” kata Hadrian Irfani, Rabu, (18/3/2026).
Menurut Lalu Hadrian, struktur anggaran pendidikan saat ini justru semakin luas cakupannya. Di dalamnya mencakup berbagai program strategis, mulai dari makan bergizi gratis, sekolah rakyat, hingga gaji guru dan dosen.
“Jadi, nggak ada itu dipotong, dipangkas, berkurang. Justru bertambah,” jelas Lalu Hadrian.
Dia mencontohkan, pemerintah sudah menyiapkan tambahan belanja pendidikan yang signifikan di kementerian terkait.
“Contoh di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pemerintah menyiapkan anggaran belanja tambahan Rp189 triliun dan Insya Allah nanti pada saat libur Lebaran kami akan membahas itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa sejak awal Prabowo Subianto tak memiliki rencana untuk mengganggu porsi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN. Meskipun program MBG disebut membutuhkan dana besar. “Jadi jelas, bahwa MBG tidak akan mengganggu anggaran di Kementerian Pendidikan,” tutur Lalu Hadrian.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah kementerian terkait pendidikan justru mengalami peningkatan anggaran.
“Contoh, Kemendikdasmen bertambah, di Kementerian Diktisaintek bertambah, Kementerian Kebudayaan. Insya Allah akan ditambah,” kata Lalu Hadrian.
Anggaran Pendidikan Capai Rp760 Triliun
Dalam penjelasannya, total anggaran pendidikan nasional disebut mencapai sekitar Rp760 triliun atau setara 20 persen dari APBN, sesuai amanat konstitusi.
Seluruh postur anggaran tersebut, kata dia, telah dialokasikan dalam tahun anggaran berjalan.
Di tengah situasi global yang memanas, terutama konflik di Timur Tengah, pemerintah disebut tengah mendorong efisiensi anggaran di sejumlah sektor.
Namun, Lalu Hadrian menegaskan bahwa kebijakan efisiensi tidak boleh menyentuh sektor pendidikan. “Ya, Presiden telah mengambil langkah-langkah melalui menteri-menteri. Tujuannya untuk menghemat BBM imbas perang Timur Tengah.”
Ia menjelaskan dampak konflik global berpotensi mengganggu cadangan energi nasional, sehingga langkah penghematan menjadi penting.
“Nah, salah satu langkahnya adalah efisiensi. Tapi kami mempersilakan silakan lakukan efisiensi tetapi jangan mengurangi dana pendidikan,” tuturnya.
Meski ada tekanan fiskal akibat dinamika global, dia masih optimistis program-program pendidikan tidak akan terdampak, termasuk berbagai inisiatif baru pemerintah.
“Jadi, tidak ada yang terganggu selama MBG. Kami di Komisi 10 sedang menghitung bersama kementerian dan lembaga,” katanya.


