Perang AS–Israel vs Iran Bisa Picu Harga Minyak Gila-gilaan, Tembus 130 Dolar

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Sejumlah analis memperingatkan harga minyak dunia berpotensi melonjak tajam jika konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran terus meningkat.

Pakar energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai harga minyak mentah bahkan bisa menembus level 130 dolar AS per barel. Potensi harga naik itu jika eskalasi perang semakin meluas dan melibatkan operasi militer yang lebih besar.

“Ini disebabkan oleh AS mengeluarkan pasokan minyak. Lumayan besar sehingga harganya turun, tetapi ini sementara,” kata Yayan di Jakarta dikutip pada Rabu, (11/3/2026).

Dijelaskan Yayan, penurunan harga minyak yang terjadi belakangan ini tak mencerminkan situasi sebenarnya di lapangan. Hal itu melainkan dampak dari langkah AS yang melepas sebagian pasokan minyak untuk menstabilkan pasar.

Gejolak perang AS-Israel vs Iran di Timur Tengah sudah memicu harga minyak melonjak signifikan. Laporan media internasional menyebutkan harga minyak mentah jenis Brent sempat mencapai 118 dolar AS per barel. Angka itu merupakan level tertinggi sejak Juni 2022.

Kenaikan itu jauh di atas rata-rata harga minyak pada Januari 2026 saat Brent diperdagangkan di sekitar 64 dolar AS per barel. Lalu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 57,87 dolar AS per barel.

Bahkan sejak perang meletus pada akhir Februari 2026, harga minyak dunia sempat melonjak lebih dari 18 persen. Kenaikan itu hanya dalam beberapa hari akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Meski sempat meroket, harga minyak dunia kemudian turun ke kisaran 80–85 dolar AS per barel. Penurunan ini terjadi setelah para menteri energi negara-negara G7 membahas kemungkinan melepas cadangan minyak strategis secara bersama-sama untuk menahan lonjakan harga.

Selain itu, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut operasi militer terhadap Iran sudah “very complete” juga sempat menenangkan pasar energi global.

Namun, situasi kenyataan tampaknya masih sulit. Iran menyampaikan tak akan menyetujui gencatan senjata sampai pihak yang menyerang negaranya mendapat balasan setimpal.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Teheran tidak akan menghentikan perlawanan sebelum pihak penyerang “diberi pelajaran”.

Yayan menilai konflik justru berpotensi meningkat. Hal itu terutama jika AS memutuskan mengirim pasukan darat (ground troops) ke Iran.

“Jadi, penurunan harga minyak hanya untuk sementara saja. Sekarang justru eskalasinya lebih tinggi, karena Trump akan mengirim pasukan darat (ground troops) ke Iran,” kata Yayan.

Menurutnya, pengerahan pasukan darat akan perbesar kerusakan infrastruktur energi dan memutus rantai pasok minyak global yang sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah.

Jika skenario ini terjadi, dampaknya terhadap pasar energi dunia bisa jauh lebih besar dibandingkan operasi militer terbatas.

Yayan juga melihat konflik ini tidak semata-mata soal militer. Tapi, juga berkaitan dengan perebutan pengaruh di pasar energi global.

Ia menilai AS memiliki kepentingan untuk menggeser pangsa pasar minyak Timur Tengah ke produksi domestik AS, dengan target sekitar 20 persen pergeseran pasar.

“Seperti kasus Irak, Afghanistan, karena AS tidak ingin rugi. Kalau hanya 1–2 tahun, mereka nggak balik modal,” ujarnya.

Bagi dia, langkah itu dinilai bertujuan menekan harga minyak global pada pertengahan hingga akhir 2026. Selain itu, membuat biaya rantai pasok energi Amerika Serikat menjadi lebih murah dan efisien.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Dani Yoga
Tim Penulis & Editor
Dani Yoga
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU