Konflik Iran vs AS-Israel Melebar, China dan Rusia Disebut Mulai Bergerak Sokong Teheran

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dinamika konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel terus jadi sorotan global. Laporan terbaru menyebutkan bahwa China berpotensi memberikan dukungan finansial serta bantuan teknis kepada Teheran.

Menurut laporan CNN yang dikutip dari Anadolu, Beijing disebut sedang mempertimbangkan kemungkinan memberikan dukungan keuangan, suku cadang pengganti. Selain itu, pemberian komponen yang berkaitan dengan sistem rudal Iran.

Mengutip tiga sumber yang mengetahui isu tersebut, China sejauh ini masih menghindari keterlibatan langsung dalam konflik. Namun, pejabat AS disebut mulai memantau tanda-tanda bahwa posisi Beijing terhadap Iran mungkin mulai berubah.

China merupakan pembeli utama minyak mentah Iran. Dalam waktu terpisah, Beijing juga disebut sudah minta Teheran untuk memastikan keamanan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Salah satu sumber yang mengetahui laporan intelijen menyampaikan bahwa Beijing bersikap sangat hati-hati dalam pertimbangan dukungan apa pun.

“China lebih berhati-hati dalam dukungannya. Mereka ingin perang berakhir karena membahayakan pasokan energi mereka,” kata sumber tersebut seperti dikutip Anadolu, Minggu, (8/3/2036).

- Advertisement -

Peran Rusia

Di sisi lain, laporan yang sama juga menyebut bahwa Rusia diduga telah memberikan dukungan intelijen kepada Iran. Informasi Intelijen AS bahwa bantuan Rusia itu soal citra satelit serta data penargetan terkait posisi dan pergerakan pasukan AS di Timur Tengah.

Menurut laporan The Washington Post, data intelijen AS bahwa bocoran intelijen Rusia itu mencakup lokasi kapal perang dan pesawat militer AS di kawasan. Data itu berpotensi membantu Iran menargetkan aset militer AS selama konflik berlangsung.

Meski demikian, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan bahwa Rusia dan China bukan faktor sebenarnya dalam perang yang sedang berlangsung dengan Iran.

Sementara itu, Central Intelligence Agency (CIA) maupun Departemen Pertahanan AS belum memberikan komentar resmi terkait laporan mengenai kemungkinan bantuan Rusia dan China kepada Iran.

Konflik di kawasan semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir. Pekan lalu, enam tentara AS dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka setelah serangan drone Iran di Kuwait.

Iran dilaporkan telah meluncurkan ribuan drone serang dan ratusan rudal yang menargetkan fasilitas militer AS, kedutaan besar, serta sejumlah target sipil. Sebagai balasan, serangan AS dan Israel disebut telah menghantam lebih dari 2.000 lokasi di Iran.

Ketegangan regional meningkat tajam setelah serangan brutal yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu lalu. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Selain itu, serangan gabungan AS-Israel itu juga menewaskan lebih dari 150 siswi, serta sejumlah pejabat militer senior.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU