HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan menohok terkait kondisi masyarakat sipil yang dinilai mulai kehilangan arah karena terjebak dalam budaya saling mencaci di media sosial. Dasco menekankan bahwa persatuan nasional adalah harga mati untuk menyukseskan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi hal tersebut, Komite Generasi Muda Timur Indonesi (Kogamti) menyatakan kesiapan penuh untuk berdiri di garda terdepan dalam merajut kembali kekompakan masyarakat sipil.
Ketua Umum Kogamti, Afandi Somar, menilai kegelisahan yang disampaikan Sufmi Dasco adalah cerminan realitas pahit di jagat digital saat ini. Menurutnya, energi bangsa terlalu banyak terbuang untuk debat kusir yang tidak menghasilkan solusi.
“Apa yang disampaikan Bang Dasco itu benar adanya. Kita melihat di media sosial, kritik bukan lagi soal substansi, tapi sudah jadi ajang caci maki. Ini tidak sehat! Sebagai masyarakat sipil, kita harus dewasa. Kalau mau kritik, silakan, tapi harus berbasis nasionalisme dan menawarkan jalan keluar, jangan cuma omon-omon kosong,” tegas Afandi Somar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Afandi menambahkan bahwa kritik yang membangun adalah vitamin bagi demokrasi, namun fitnah dan narasi pecah belah adalah racun yang bisa menghambat akselerasi pembangunan yang sedang diupayakan pemerintah.
Lebih lanjut, Afandi mengajak seluruh elemen pemuda dan organisasi masyarakat sipil untuk memberikan kesempatan bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan mandatnya. Menurutnya, menciptakan stabilitas nasional jauh lebih penting daripada memelihara kegaduhan yang tidak produktif.
“Pemerintahan ini sedang bekerja keras demi kesejahteraan rakyat. Kita harus kompak dulu di dalam rumah sendiri. Kalau masyarakat sipilnya solid, pemerintah bisa fokus bekerja maksimal tanpa harus terganggu oleh kebisingan yang tidak perlu,” lanjutnya.
Poin-poin dukungan Kogamti terhadap narasi Sufmi Dasco adalah setop caci maki. Ia pun ikut mengimbau kepada para netizen untuk berhenti menggunakan media sosial sebagai alat provokasi.
Selain itu, setiap masukan atau kritik kepada kebijakan publik harus didasari niat baik untuk kemajuan bangsa.
Sekaligus, ia mengajak kepada ormas dan aktivis untuk bersinergi, bukan saling menjatuhkan.
Menutup pernyataannya, Afandi Somar menegaskan bahwa Kogamti akan aktif melakukan literasi digital kepada generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang merusak persatuan.
“Kami di Kogamti satu frekuensi dengan instruksi Bang Dasco. Saatnya kita sudahi pertengkaran yang tidak penting. Mari kita kawal pemerintahan ini dengan semangat persatuan nasional demi Indonesia Emas,” pungkas Afandi.
Sebelumnya diberitakan, bahwa Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat sipil memperkuat persatuan nasional. Dasco menilai kekompakan masyarakat sipil menjadi kunci jalannya pemerintahan yang baik.
“Kita perlu persatuan nasional dan sumbangsih yang bukan omon-omon, itu yang kita minta kepada kawan-kawan masyarakat sipil sekalian,” kata Dasco, Jumat 6 Maret 2026.
Ketua Harian Partai Gerindra menyoroti masyarakat sipil yang saling mencaci di media sosial. Dasco menilai kondisi ini sudah tidak sehat.
“Karena pada hari ini masyarakat sipil kita tidak kompak, masyarakat sipil kita satu sama lain saling mencaci, satu sama lain saling mempertanyakan kebijakan pemerintah dengan tidak sehat, di medsos itu saya lihat sudah tidak sehat,” kata dia.
Dasco menyebut satu hal yang dibutuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan janji-janjinya, terutama menyejahterakan rakyat, ialah persatuan nasional.
Dasco tak mempermasalahkan bila masyarakat sipil menyuarakan kritik ataupun masukan. Namun dia berharap kritik itu dibangun dengan rasa nasionalisme dan niat yang baik.
“Kalau kita tanya, Prabowo hanya perlu satu persatuan nasional, baik dalam mengkritisi, baik dalam memberikan ide, maupun kemudian sumbangsih yang nyata,” katanya.
Karena itu, Dasco meminta semua pihak memberikan waktu kepada pemerintahan Presiden Prabowo untuk bekerja dengan sebaik-baiknya. Kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang berjalan sekarang, katanya, dipercaya akan membawa kebaikan pada bangsa dan negara.
“Saya justru akan bertanya kepada kawan-kawan sekalian, berapa lama kawan-kawan masyarakat sipil memberikan persatuan nasional kepada Prabowo agar dia punya waktu untuk bisa mewujudkan janji-janjinya buat kesejahteraan rakyat,” ujar Dasco.


